Politik

Sistem Zonasi PPDB Terlalu Terburu buru

Bandung BEDAnews.com

Sistem zonasi pada proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Jawa Barat dinilai  terlalu terburu-buru, mengingat saat ini di jawa barat masih banyak daerah atau kecamatan yang belum memiliki SMA/SMK negeri.

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi masalah Pendidikan Abdul Hadi W kepada wartawan di Bandung. Sabtu. (22/6).

“Terburu-buru karena zonasi itu perlu dicek dulu potensi-potensi dan sarana prasarana yang sudah ada, kemudian daya tampung, keseimbangan negeri sama swasta, kualitasnya, lalu sekolah itu apakah ASN atau PNS nya hanya sedikit atau banyak, Artinya, ketika seperti itu orang tua mana mau walaupun sekolah dekat tapi gak ada gurunya yang qualifide.” Katanya.

Ketika satu kecamatan atau daerah  tidak ada sekolahnya, maka mereka sekolah di luar kecamatan itu dan pasti jauh,  karena kecamatan punya hamparan wilayah yang lumayan luas kalau di Jawa Barat itu.

“Di Jawa Barat itu blank spot nya masih terlalu banyak. Blank spot sekolah negeri di kecamatan-kecamatan yang belum punya SMA/SMK negeri itu banyak.” Ujarnya

Sehingga ketika suatu kecamatan tidak ada sekolah negerinya, dengan kondisi ada zonasi murni 90% diterapkan, akan menyebabkan adanya penumpukan persaingan dari calon peserta didik, dan yang jaraknya jauh dari titik sekolah yang ada, dipastikan akan kalah karena jauhnya. 

“Ini yang dikawatirkan dan sudah banyak keluhan bahwa anaknya tidak sekolah karena jauh dari mana-mana ketika zonasi itu dilakukan,” pungkasnya.@

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close