Edukasi & SportPendidikan

Kunci Kelolosan PPDB “Jarak Domisili” Ke Sekolah

Bandung, BEDAnews – Sebelum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 17 -24 Juni 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan menggelar simulasi pendaftaran SLTA di SMA Negeri 2 Bandung, Rabu (12/6/2019). 

Simulasi tersebut bertujuan untuk mempraktikkan Prosedur Operasional Standar (POS) PPDB kepada Disdik Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Selain itu, target dari simulasi ini adalah memberikan informasi, terutama adalah praktik situasi lapangan terkait dengan peningkatan pemahaman untuk alur pendaftaran pada saat PPDB,” katanya. 

Dikatakan, simulasi ini bisa menjadi model dan bisa dilihat Kepala Disdik tingkat Kabupaten/Kota. Nantinya Kepala Disdik tingkat Kabupaten/Kota wajib mengedukasi seluruh Kepala Sekolah di wilayahya untuk menjalankan PPBD sesuai dengan POS dan regulasi yang telah ditetapkan, ujar Kadisdik Jabar Dewi Sartika yang akrab disapa Ike ini. 

Dalam kegiatan simulasi tersebut, Kadisdik Jabar Dewi Sartika berperan sebagai orang tua siswa. Ada beberapa tahap yang dia lakukan sampai pendaftaran selesai. 

Lebih lanjut Ike mengatakan, kegiatan simulasi ini penting sekali agar para orang dan panitia PPDB dapat memahami prosedur dan persyaratan yang harus disiapkan.

Dalam kesempatan tersebut Ike, mengimbau kepada orang tua siswa untuk mempertimbangkan SMA yang dipilih dengan sebaik-baiknya, terutama jarak domisili ke sekolah yang diinginkan. Karena, lanjut dia, jarak tersebut menjadi kunci utama kelolosan siswa, setelah itu baru hasil Ujian Nasional (UN). 

“Kalau nilainya sama, kemudian nanti yang dilihat siapa yang daftar paling dahulu, tapi persoalan bukan itu. Persoalan itu kemungkinan terjadi sangat kecil. Namun, yang paling penting itu orang tua harus paham sekolah mana yang paling dekat dengan domisili. Yang kedua, harus paham nilai anak itu berapa. Baru kalau nilai anak bagus, boleh milih jalur kombinasi ataupun prestasi. Itu paling penting,” jelas Ike. 

Dewi Sartika pun menyatakan bahwa Disdik Jabar tidak bisa memuaskan semua pihak. Bagaimanapun PPDB sebuah sistem untuk mengantisipasi karena tidak bisa memuaskan semua pihak. Dari 774 ribu lulusan SMP, itu yang diterima di negeri sekisar 34 persen, maksimal 39 sampai 40 persen yang bisa masuk SMA Negeri, ucapnya. 

Dirinya menghimbau, kepada seluruh orangtua yang anaknya tidak bisa masuk SMA Negeri tidak perlu risau. Bahkan, Dia menyarankan kepada orang tua yang siswanya tidak lolos untuk beralih ke SMA swasta. Apalagi, kualitas dan sarana prasarana SMA swasta di Jawa Barat tidak kalah dari SMA Negeri. 

“Mudah-mudahan orang tua bisa legawa ketika anaknya tidak bisa diterima di negeri, bisa masuk ke sekolah swasta. Semua anak bisa sekolah, semua bisa juara,” tandasnya@

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close