Politik

Ulama Tasikmalaya Tolak Kekerasan Dan Kerusuhan Penyelesaian Sengketa Pilpres

Tasikmalaya, BEDAnews – Mensingkapi proses Persidangan Gugatan di Mahkamah Konstitusi yang sedang berlangsung pasca penetapan Komisi Pemilihan Umum dengan hasil rekapitulasi Pilpres 2019, Alim Ulama Kabupaten Tasikmalaya menyatakan menolak kekerasan dan kerusuhan penyelesaian sengketa pilpres 2019.

Salah satunya disampaikan Ketua Majelis Ulama Kecamatan Rajapolah, H. Abdul Gaos yang menyebutkan tak ada gunanya rusuh serta berulah kekerasan, dan ada baiknya untuk bersama-sama menyamakan persepsi guna mencapai tujuan negara yang baldatun toyibun warobbun gofur, yakni negara Indonesia yang tentram, aman, subur, dan makmur.

“Walaupun dalam posisi berbeda namun tujuan sama. Insha Allah tidak akan terjadi gap, perpecahan yang akhirnya satu tujuan kita mendapatkan Ridho di dunia, dan di akhirat kelak kita dikumpulkan kembali dalam Syurganya Allah SWT,” ujar H. Abdul Gaos kepada bedanews.com, Minggu (16/6/2019).

Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia yang kondusif, masyarakat dalam keadaan keseharian tenang dalam melakukan aktifitas masing-masing adalah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Ust Hadad Iskan

“Semua elemen bangsa dengan berbagai profesi dan aktifitas untuk kondusif, ya dari intisari saum Ramadhan dan Idulfitri dengan meningkatkan imtak, dan direalisasikan siap mendukung atas langkah-langkah TNI / Polri,” kata Ketua MUI Rajapolah.

Hal senada juga disuarakan salah seorang tokoh agama Kecamatan Gunungtanjung, Ust Hadad Iskan. Dirinya dengan tegas menolak kekerasan dan kerusuhan dan siap mendukung upaya TNI / Polri untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibamas yang kondusif.

“Dengan ini menolak keras kekerasan dan kerusuhan dalam menyelesaikan permasalahan atau konflik pemilu 2019” katanya dengan lantang. (abraham)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close