Regional

Pengembangan Situ Rawa Kalong Diprediksi Gagal

Bandung BEDAnews.com

Pengembangan Situ Rawakalong salah satu situ di daerah Kota Depok menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Barat, diprediksi tidak akan berjalan mulus seperti yang diharapkan, atau bahkan penanganannya bisa gagal total.

Ridwan Kamil akan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 2019 ada sejumlah besar anggaran yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jabar untuk membenahi situ tersebut.      Sayangnya, proses yang ada tidaklah semulus yang diharapkan.

Hal ini disebutkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Drs. H. Daddy Rohanady. Dalam rilis yang diterima BEDAnews.com Senin (13/5/2015).

“Penanganannya bisa gatot (gagal total….Red.). Bagaimana mungkin sukses kalau di lokasi yang sama sedang dilakukan pekerjaan pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)?” Ujar Daddy.

Dalam maketnya, di Situ Rawakalong akan dibuat jogging track. Bahkan, plaza. Sayangnya, sejumlah masalah sudah kelihatan. Misalnya, kondisi eksisting situ yang penuh karamba. Wilayah sekitar situ juga sudah kumuh. Sementara itu, pekerjaan sudah diburu waktu.

“Itu semua menunjukkan perencanaan yang belum matang. Bahkan, hingga saat ini, lelang MK (manajemen konstruksi) di ULP saja terancam gagal.”ungkap Daddy.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar ini, menyebutkan.

Dari kondisi yang ada, memang agak mustahil pengembangan Situ Rawakalong yang direncanakan menelan biaya Rp 30 miliar tersebut bisa terwujud tepat waktu.

“Sangat tidak mungkin dua pekerjaan dilakukan bersamaan di lokasi yang sama. Mengapa? Karena BBWS sedang melakukan pengerukan situ tersebut, padahal UPTD harus melakukan pembangunan di atasnya,” ujar Anggota Dewan dari daerah pemilihan Cirebon-Indramayu tersebut.

“Intinya, perencanaan belum matang tetapi dipaksakan. Sebagai catatan saja, ke depan tidak boleh ada lagi pekerjaan dengan tahapan semacam ini. Jangan sampai banyak pekerjaan gatot (gagal total),” tukasnya.@hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close