Peristiwa

PMII Ciamis Ungkap Dugaan Kecurangan Penghitungan C1 Di Cihaurbeuti

Ciamis,BEDAnews 

Bendum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Ciamis), Rian Ahmad Mudzaki mengungkap adanya dugaan kecurangan penjumlahan suara C1 Plano yang terjadi di beberapa TPS yang ada di Kecamatan Cihaurbeuti, mengaku menemukan data C1 Plano yang penjumlahannya tidak sesuai dengan suara yang didapatkan, melambungkan suara PKS dan Gerindra tetapi mengecilkan jumlah suara PDIP.

“Saya menemukan Puluhan lembar C1 yang penjumlahannya tidak benar, melambungkan salahsatu partai" ungkap Rian, kecurangan yang terjadi terindikasi dilakukan oleh sebagian pihak TPS yang ada di desa Sukamulya, Pamokolan, Sumberjaya, dan mungkin juga di desa yang lain.

PMII sebagai organisasi yang terakreditasi menjadi pemantau pemilu juga ikut mengawal di setiap daerah mengenai temuan-temuan yang kurang sehat secara kedaulatan demokrasi “PMII masih terus memantau pesta demokrasi ini. Saya faham kelelahan KPPS yang bekerja 2-3 hari tanpa istirahat, tetapi ini seolah disengaja penjumlahan yang tidak sesuai angka, dan parahnya merugikan salahsatu partai politik. Kita tau, bahwa suara PKS dan Gerindra cukup baik di Ciamis tetapi jangan sampai suara itu kotor didapatkan” ungkap Rian.  

“Atas dugaan kecurangan yang terjadi, kita meminta KPU agar lebih ketat mengawal pesta demokrasi ini terutama Bawaslu, sebagai lembaga pengawas pemilu harus lebih jeli dalam melihat kecurangan-kecurangan dan harus menindak tegas jika sudah terbukti curang” tegasnya, melihat perhitungan yang dimungkinkan banyak yang salah atawa entah disengaja atawa tidak, maka PMII menekankan agar setiap perhitungan di kecamatan dicek ulang bukan hanya melihat jumlah yang sudah ditentukan di setiap KPPS, dan ujarnya diungkapkan kepada bedanews.com untuk menghindari kotor demokrasi demi menjaga kesucian pemilu. 

Sementara itu, rabu (24/4/2019) di ruang lobi Kantor Desa Sumberjaya Anggota PPK Cihaurbeuti, Deni menjelang rapat Pleno Penetapan Rekapitulasi Penghitungan Suara  yang akan digelar di GOR Desa Sumberjaya membenarkan ada salah penulisan jumlah suara, dan itu salah penulisan dari C1 Plalano ke salinan C1 terjadi di 11 desa pada lebih 10 TPS. “Rekapitulasi di tingkat PPK. Itu ditemukan, selanjutnya dikroscek dengan sumber acuan C1 Plano” kata Deni, kini sudah terkoreksi diperbaiki dan menjamin suara aman. Terjadi kesalahan tulis ujarnya diakibatkan jam kerja para KPPK juga saksi yang melebihi 8 jam hingga mereka kelelahan dan kurang konsen.

Senada dengan PPK, Panwaslu Kecamatan Cihaurbeuti, Iwa Kartiwa didampingi anggota Ajat, dan Didin membenarkan terjadi kesalahan tulis dan menegaskan bukan pada C1 Plano namun pada salinan C1 yang sudah dilaporkan secara berjenjang kepada Bawaslu Kabupaten Ciamis “Hal ini kesalahan penulisan tersebut terjadi, dan didepan para saksi dalam pleno tidak ada komplain karena sudah diperbaiki” ujar Iwa, sesuai tupoksi pengawasan, Panwascam khususnya dalam pleno rekapitulasi ujarnya melakukan pengawasan semenjak dimulai sabtu (20/4/2019) bahkan rapat plano tiap harinya ada yang hingga larut malam. (abraham)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close