Politik

Antisipasi Korban Berjatuhan, Hasanuddin Berharap Pileg dan Pilpres Dipisahkan

Bandung, BEDAnews,-

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB Hasanuddin memantau proses penghitungan suara di seluruh daerah di Jawa Barat. Hari ini, Rabu (24/4) Hasanuddin menyambangi DPC Ciamis, dan Kota/Kabupaten Tasikmalaya.

"Sejak kemarin saya berkeliling Jawa Barat mulai dari Karawang, Cirebon, Kuningan. Hari ini saya ke Ciamis, Tasik dan Garut. Besok ke Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bekasi," kata Hasanuddin dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurutnya, dari pantauannya hari ini, ia menemukan  keterlambatan penghitungan suara di DPC akibat dari lambatnya pleno di PPK.

"Ada keterlambatan pada proses penghitungan di DPC-DPC. Hal ini disebabkan karena 60% lebih PPK belum melaksanakan pleno," ungkapnya.

Dikatakannya, pada penghitungan di PPK ada terjadi penambahan suara sehinga memaksa untuk membongkar lagi kotak suara untuk dilakukan hitung ulang.

"Mohon maaf, ada penambahan suara bagi salah satu partai dan itu membuat prosesnya lama harus bongkar lagi kotak suara. Bayangkan saja dari 13 suara di tambah 10 suara pan jadi lebih. Dan itu penambahan stagnan diangka 10," tutur mantan pimpinan Komisi I DPR RI ini.

Di bagian lain, Hasanuddin juga menyinggung banyaknya korban meninggal pada proses pemilu kali ini. Hal itu menurutnya harus dievaluasi secara mendalam.

"Ya banyak petugas yang kelelahan, ini harus dievaluasi lebih mendalam. Saya berharap kedepan pileg dan pilpres harus dipisahkan, toh biayanya sama besarnya, hanya saja resiko kelelahan mungkin bisa diminimalisir," tandasnya. [mae]

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close