Politik

Hasil Pilpres 2019, Tanpa Kejutan Hanya Kemenangan Yang Berulang

Bandung, BEDAnews,-

Pemilihan Presiden telah dilaksanakan di seluruh Indonesia. Secara umum, Warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih memilih dengan semangat tinggi untuk berpartisipasi datang ke tempat pemungutan suara. Antusiasme publik terlihat dari membludaknya para pemilih yang datang ke TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Beberapa hasil Quick Count dari berbagai lembaga survey menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi-Ma’ruf atas pasangan Prabowo Sandi.

Rata-rata hasil Quick Count dari 7 lembaga survei yang kredibel (Litbang Kompas, Indobarometer, Charta Politika, Indikator, LSI Denny JA, SMRC, dan CSIS) menunjukkan keunggulan Joko Widodo KH Ma’ruf Amin sebesar 54,58% dan Prabowo Subianto Sandiaga Uno sebesar 45,42%.

Keunggulan Joko Widodo KH Ma’ruf Amin tersebut tidak berbeda jauh dari prediksi 3 skenario prediksi hasil Pilpres yang disampaikan oleh Alvara Research Center dua hari sebelum hari tenang, 12 April 2019, ketiga skenario tersebut menunjukkan peluang besar Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

"Prediksi Elektabilitas Hasil Akhir yang mendekati Hasil Quick Count adalah 55,996 untuk Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan 44.1% untuk Prabowo Subianto Sandiaga Uno," kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis(18/4).

Hasanuddin mengatakan, ada tiga faktor kunci yang menjadi keunggulan Joko widodo KH Ma’ruf Amin tersebut yaitu, pemilih Jawa, Pemilih NU, dan Pemilih Minoritas.

Berbeda dengan hasil Pemilu Presiden 2014, yang menunjukkan Joko Widodo hanya unggul tipis di Pulau Jawa, pada Pemilu Presiden 2019 kali ini, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin unggul tebal di pulau Jawa,

Data survei Alvara Research Center bulan Oktober April 2019 menunjukkan eiektabilitas Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin selalu diatas 58%, bahkan mendekati 60%.

"Jawa benar benar menjadi lumbung suara bagi pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin," tambah dia.

Keunggulan di Jawa menjadi sangat penting karena pemilih di Jawa menyumbang 57,84% dari total pemilih nasional.

"Selain itu keunggulan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Jawa menjadi kompensasi atas kekalahan di Sumatera yang semakin telak, dan di Sulawesi yang persaingannya semakin ketat antar kedua kandidat," ujar Hasanuddin.

Mayoritas pemilih Indonesia merupakan Muslim, populisme agama dengan politik identitas pada Pilgub DKI Jakarta seakan terulang kembali pada Pilpres 2019 ini. Analisa kami menunjukkan besarnya dukungan Nahdliyin kepada Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin merupakan salah satu faktor kunci dalam pilpres 2019 ini.

"Di saat pemilih Muhammadiyah memberikan dukungan yang besar kepada pasangan Prabowo Sandi dan ketatnya elektabilitas pada pemilih yang bukan anggota Ormas, pemilih dari Nahdlatul Ulama menuniukkan soliditasnya hingga detik terakhir dalam mempertahankan keunggulan Jokowi Ma’rul” ungkap Hasanuddin.

Hasan menegaskan "Pemilihan KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres mendampingi Joko Widodo adalah strategi yang tepat dalam pertarungan Pilpres 2019".

Sumbangan suara Nahdiliyin bagi Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin bisa terlihat dari besarnya elektabilitas pasangan ini di Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Pemilih Nahdliyin mayoritas berasal dari dua propinsi ini," ujar Hasanuddin.

Faktor ketiga yang menjadi kunci kemenangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin adalah solidnya pemilih minoritas mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

"Hasil Quick Count di provinsi provinsi di Indonesia Timur seperti Bali, NTT, Sulut, Papua menunjukkan margin keunggulan yang sangat tebal bagi Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin," ungkapnya.

Lebih jauh, Hasanuddin juga mengatakan Pemilih Muda merupakan komposisi pemilih terbesar di Indonesia pada Pilpres 2019, 44,4896 pemilih di Indonesia berusia 17 36 tahun, siapapun calon yang mampu merebut simpati kalangan muda akan mendapatkan kemenangan.

Dari berbagai survei yang dilakukan Alvara Research menunjukkan persaingan kedua kandidat pada pemilh muda, yaitu GEN Z dan Milenial terjadi sangat ketat. Pada pemilih muda margin keunggulan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin selalu single digit, namun berbeda dengan pemilih dewasa, yaitu GEN X dan Baby Boomers dimana Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mendapatkan keunggulan tebal,.

"Pemilih muda, GEN Z dan Milenial terbagi rata ke kedua kandidat," pungkas dia. [mae]
 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close