Peristiwa

Penembakan Jamaah Masjid di Selandia Baru, MUI Jabar Pertimbangkan Fatwa Game Daring

Bandung, BEDAnews.

Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu.

MUI Jabar menilai aksi penembakan di dua masjid yang dilakukan Brenton Tarrant merupakan perbuatan yang brutal dan biadab.

"Sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa di Selandia Baru. Kami mengajak masyarakat untuk bertindak secara proporsional dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang di sana,” ujar Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe’i, di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta 748 Bandung, Sabtu (16/3).

Syafe’i juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana Jabar yang telah kondusif. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan informasi yang menyesatkan terkait aksi kekerasan tersebut.

“Masyarakat diharap tenang, dan menyerahkan seluruh proses ke aparat yang berwenang. Mari menjaga suasana yang telah kondusif seperti saat ini,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku menjalankan aksinya karena terinspirasi oleh game daring. Game daring tersebut sekarang ini menjadi tren bagi anak muda, termasuk di Jabar.

Saat disinggung apakah MUI Jabar akan mengeluarkan fatwa atau aturan terkait game daring tersebut, Syafe’i menyebut, hal itu harus melalui kajian terlebih dahulu.

“Harus diteliti secara tepat, apakah menimbulkan kerusakan atau memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Namun, yang namanya kekerasan mengarah ke terorisme, sama sekali tidak dapat diterima," tandasya. [mae]

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close