Sosok

Pemulung Suara Itu Merknya Drajat Hidayat Sutardja

Bandung BEDAnews.com

1 September 2014 Drajat Hidayat Soetardja tercatat menjadi salah satu dari seratus orang terpilih yang dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019 dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor padahal yang bersangkutan adalah penduduk kota Bandung yang ditugaskan untuk meraih suara di kabupaten Bogor dan berhasil meraih suara untuk kursi DPRD Jabar. 

“Saya mah hanya pemulung suara, saya gak punya sistem atau MLM kayak orang lain, saya gak bisa menghitung saya dapat berapa, motivasi saya hanya kerja, datang ke saatu titik untuk memberikan pelayanan, layanan kesehatan.” Demikian dikatakan H. Drajat Hidayat Sutardja, S.Pd.I kepada BEDAnews.com di Bandung. Minggu (17/2/2019).

Drajat yang meski ditempatkan kembali oleh DPD PDI Perjuangan sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat paling bontot no. 10 dari Kabupaten Bandung tetap optimis mampu meraih suara signifikan.  “Saya sosialisasi, memperkenalkan diri dengan jaringan duduluran, jaringan dulur, dan Alhamdulillah saya banyak saudara, dan banyak yang minta, kalau sudah sering kita lakukan itu, tidak akan susah cari titik, dan banyak yang minta.” Ucap Drajat

Ketua Badan Serbaguna (Baguna) DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang banyak berurusan dengan permasalahan kebencanaan serta bakti sosial ini, lebih jauh mengatakan, karena itulah maka saya  harus memiliki karakter, yang menjadi trademark, kalau saya ada yang dilapangan, pake baguna, pasti itu Drajat, atau dulu pake satgas, itu pasti Drajat ! ketika baguna di lapangan melakukan pengobatan gratis,  itu Drajat merek ya,  karena itu kalau orang mau survei sama saya, susah surveinya, nggak akan dapat survei saya. karena apa saya mah hanya Pemulung Suara. 

Mengenai kemampuannya meraih suara di daerah lain Drajat mengatakan,  pihaknya pernah mempresentasikan pada suatu acara partai,  bagaimana pola kampanye untuk bisa menang di daerah orang lain. Disebutnya “Kampanye tidak hanya dilakukan pada saat masa kampanye saja, tiap saat kita harus harus kampanye, seperti ideologi Bung Karno, seperti itu berkampanye tentang partai.”tuturnya.

Terakhir dikatakantanya.  “Saat ini ada Pola Kampanye yang sudah tidak mendidik masyarakat. yang namanya serangan fajar, sudah tidak mendidik masyarakat, . Saya tidak punya, kalau sekali datang harus bagi-bagi duit, Perjuangan itu perjuangan bersama, bukan perjuangan pribadi, tidak banyak janji, cape janji-janji politik mah, dan saya nggak bisa berdebat tentang visi misi, nggak ada konsepnya itu, tapi kalau tentang ideologi ayo, di warung kopi, door to door, nongkrong, dimana-mana saya selalu ngomong politik, tentang ideologi yang saya sampaikan , sehingga begitu saat kampanye tiba orang sudah pada kenal kita.” pungkas nya@hermantz.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close