Regional

Yusuf Puadz: Media Bagian Strategis Suksesnya Pemilu

 Garut.  BEDAnews.com

Media bagian yang strategis dari suksesnya pemilu, media merupakan bagian dari alat kontrol, alat pendidikan politik, dan juga alat informasi yang dibutuhkan masyarakat, bukan hanya masyarakat tetapi juga peserta pemilu.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Drs. H. Yusuf Puadz kepada wartawan pekan lalu   di Garut, terkait dengan Peran media di Jawa Barat dalam proses  pemilihan umum yang tengah berlangsung.  

Kita ingin pemilu yang suasananya damai, diharapkan betul betul  media jadi sarana edukasi,  juga sekaligus semua pihak bisa terwadahi dengan sikap independennya wartawan, tentu sikap objektifnya juga diharapkan akan hal-hal yang memang benar,  hal-hal yang harus dipahami atau dimengerti dan diketahui oleh masyarakat erhadap kondisi partai politik, calon anggota legislatif. kan banyak  survey calon legislatif, presiden dan wakil presiden !.

Berkaitan dengan daftar pemilih tetap yang masih dipermasalahkan, ini jadi salah satu yang dewan juga terus memantau,  termasuk kesulitan yang berkaitan dengan alat printer, alat mobilisasi, sesuai dengan peraturan dewan juga boleh memberikan pembiayaan.

Dikatakannya,  Ketika kami diskusi dengan persoalan ini  (DPT)dengan disdukcapil (Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil) dengan komitmen bahwa tanggal 31 Desember itu pengidentifikasian terkait dengan persoalan ini dibatasi. Dengan keterbatasan kondisi di lapangan dan dinamika yang terjadi dengan jumlah penduduk di Jawa Barat terkait dengan pemilih pemula yang lebih sulit dideteksi. mudah-mudahan di jawa barat tidak terjadi seperti itu.

Politisi PPP Jabar ini menegaskan. Dewan berharap semua komponen pelaksana pemilu termasuk juga pelaksana yang ikut dalam pesta demokrasi ini juga bisa ikut memberikan data yang objektif sehingga perdebatan tidak lagi pada persoalan DPT.

Terkait dengan orang gila yang masuk DPT,  Yusuf menegaskan. “Itu bukan orang gila tetapi yang terbelakang mental, yang terbelakang mental dengan OG  itu berbeda,  tetapi ditengarai yang terbelakang mental itu porsinya cukup besar juga. Itu hampir 200 ribuan lebih yang terdeteksi. Yang jelas memang pernah ada wacana penyelasaian permasalahan itu”.pungkasnya.@her   

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close