Hukum

Polres Ciamis Akan Limpahkan Kasus Mantan Kades Korupsi Duit Negara Ke Kejaksaan

Ciamis,BEDAnews

Sang Koruptor, mantan Kades di wilayah Kecamatan Cisaga yang merugikan duit negara bersama 52 (lima puluh dua) barang bukti berupa dokumen dalam lampiran dan hasil audit bakal segera dilimpahkan Polres Ciamis Ke Kejaksaan. Dibeberkan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso saat konfresi press di Makopolres Ciamis, senin (16/7/2018) Membeberkan keberhasilan pengunkapan tipikor yang dilakukan mantan kades diselidiki semenjak tahun 2017 beradasar  LP/226/VII/2017/JBR/SPKT RES CMS, Tanggal 2 Agustus 2017. “Selama pemeriksaan tersangka kooperatif dan setelah ini (press kompren dengan para awak media. Red) akan di serahkan ke Kejaksaan” kata Kapolres Ciamis.

“Sastreskrim Polres Ciamis berhasil mengungkap tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan kades di Kecamatan Cisaga berinisial Yy Bin Akum, tindak pidana ini dilakukan pada tahun 2015-2016” kata AKBP Bismo Teguh Prakoso. Modusnya jelas Kapolres Ciamis, kades menerima Dana Desa (DD) Rp 2777.643.240,- Dana Aloksi Khusus (DAK) Rp 10 juta, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 400 Juta,  Banprov Rp 115 Juta “Kades tidak mengalokaskan bantuan DD, Dak dan ADD dan Bantuan keuangan untuk peningkatan infrastruktur Dasar Perdesaan dan tunjangan Apartur Pemerintah Provinsi Jabar TA 2015 sebagai mana peroposal pengajuan atau RAB/RPD” ujarnya.

Yy mantan Kades Danasari melakukan tindakan korupsi digunakan untuk kepentingan peribadi  hingga merugikan keuangan negara Rp 103.454.545,- (seratus tiga juta empat ratuslima puluh empat ribulima ratus empat puluh lima rupiah).

“Adapun perakteknya pembangunan jalan tidak sesuai dengan sepeknya,  ketika dilakukan pemeriksaan baik secara fisik maupun audit dan tersangka terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Demikian tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU No.31Th 1999 sebagai mana diubah dengan UU No.20 Th 2001 ttg pemberantasan tindak pidana korupsi dengan pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak maksimal 1 Milyar rupiah” Pungkas AKBP Bismo Teguh Prakoso.   (abraham)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close