Regional

Dewan Berharap Sengketa Lahan Jatinangor Segera Selesai

Bandung BEDAnews.com

Permasalahan sengketa lahan antara ahli waris Baron Baud  yang mengklaim kepemilikan lahan eks perkebunan  Jatinangor yang dulu dikenal NV Maatschappij Tot Exploitate Der Ondernemingen Door MR WA Baron Baud, dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai salah satu diantara yang menggunakan lahan tersebut.

Diharapkan dapat segera diselesaikan mengingat pembangunan jalan  Tol Cisumdawu  untuk kepentingan masyarakat akan mennggunakan sebagian dari lahan tersebut. "Saya berharap ini segera selesai karena pembangunan yang dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat".Ujarnya.

Permasalahan sengketa ini memanas terkait pernyataan Pemprov Jabar melalui Sekda Jabar Iwa Karniwa yang menyatakan di sejumlah media massa, bahwa IPDN akan menghibahkan tanahnya secara sukarela sekitar 60 hektare untuk pembangunan tol Cisumdawu. Bahkan hibah tanahnya, tanpa ada ganti rugi.

Mediasi antara pihak penggugat dan tergugat yang berlangsung di Pengadilan Negeri Sumedang terkait sengketa pelapasan hak 60 hektare tanah untuk pembangunan tol Cisumdawu, yang menyeret Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, dan DPRD Jabar pada pekan lalu itu dinyatakan gagal dan akan dilanjutkan dalam proses persidangan.

Ketua DPRD Jabar  Ineu Purwadewi Sundari yang hadir sebagai tergugat 3 dalam sidang mediasi tersebut  mengatakan, hadirnya DPRD Jabar dalam mediasi tersebut sebagai upaya pembuktian DPRD Provinsi Jawa Barat terkait Perda yang disahkan pada tahun 1992. Akan tetapi dalam mediasi tersebut permohonan dari penggugat ternyata tidak ada yang berhubungan langsung dengan DPRD sebagai tergugat 3, dan karena itu DPRD menyerahkan kasus tersebut kepada tergugat 1 (IPDN).

Untuk selanjutnya sengketa pelapasan hak 60 hektare tanah untuk pembangunan tol Cisumdawu, yang menyeret Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, akan dilanjutkan dalam proses persidangan.@

 

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

  1. Kenapa kok repot tangkap saja oleh Polri kasus pemalsuan datanya penggugat Rony cs kalau gak di tangkap akan membuat masalah berkepanjangan !kan dah jelas pemiliknya Baron baud waris ada bukan Rony panggil saja waris asli musyawarah di Pemprov stpdn dan Mendagri kan selesai waris suruh hibahkan ke kemendageri sisanya di bayar ke waris yang bener ‘ kalau Rony gak di tangkap percuma semua teriak apa sudah podo makan uang ini semua ! Kenapa sampai sekarang juga di diamkan saja tks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close