Ragam

WARTAWAN HARUS MEMATUHI NORMA HUKUM, KODE ETIK SERTA MENJAGA IDEALISME

Semarang, BEDAnews.com

Dalam rangka mengawal program pemerintah di akhir tahun 2014, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Wartawan Indonesia (DPD LWI) Jawa Tengah yang diketua oleh Ahmad Salim, SE di  Rumah Makan Bates Pas Sayung-Demak mengadakan kegiatan berupa Muker dan Seminar Regional dengan tema “Eksistensi Media Massa dalam Mengawal Program Gubernur Jawa Tengah” dengan mendatangkan narasumber Ahmad Zaid, SH, MH (Ketua Ombudsmen Jawa Tengah), M. Ampri, SE, M.Pd, MM (Wakil Rektor III UNISFAT Demak) serta Ahmad Salim, SE Ketua  DPD LWI Jawa Tengah.

 

Arif Hamdani, SE selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut mengatakan, acara ini untuk memberikan semangat bagi para rekan-rekan wartawan agar selalu mengawal program-program pemerintah yang selama ini dinilai masih banyak pelanggaran yang ada di jawa tengah, dalam acara tersebut peserta yang hadir diantaranya dari instansi pemerintah (Kesbangpolinmas Jawa Tengah), koramil, camat, lurah dilingkungan sekitar kecamatan sayung serta perwakilan pengurus DPC LWI yang ada di Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, Ahmad Zaid selaku narasumber dari Ombusmen Jawa Tengah yang mempunyai fungsi pengawasan menegaskan, bila saudara di lapangan menemukan penyelewengan baik itu yang berkaitan dengan program pemerintah maupun mal administrasi yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik  selain 3 hal, yaitu kematian, nikah, dan cerai, supaya untuk melaporkan ke Ombusmen, bisa melaluit fax, email maupun SMS dengan laporan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan kami siap untuk menindaklanjuti dengan tegas bahkan bila gubernurnya melakukan penyelewengan beliau akan kami undang karena dalam perjalannnya Ombusmen mempunyai kewenangan melebihi KPK dan kewenangan kami dilindungi UU no 23 Tahun 2014 khususnya Pasal 351, ujarnya.

 

Sedangkan Ahmad Salim memaparkan bahwa, Media massa sebagai salah satu pilar keempat dalam demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif, media harus menjadi anjing yang siap menyalak jika ada hal yang tidak sesuai dan tidak sejalan dalam mendukung proses pembangunan khususnya di Jawa Tengah. Walaupun dalam perjalananya media di jamin oleh UU 40 Tahun 1999 tentang Pers, akan tetapi media harus tetap mematuhi norma-norma hukum, memegang teguh kode etik serta harus mempunyai idiologi yang kuat agar menjadi media yang professional, ungkapnya.

 

Selanjutnya, M. Amri narasumber dari akademisi menambahkan, Jawa Tengah mempunyai Visi yang hebat yaitu Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari bila visi tersebut bisa tercapai Jawa Tengah akan menjadi percontohan di Indonesia, pungkasnya. (Ddk)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close