Regional

Retribusi Parkir di Ciamis Diduga Bocor

Ciamis.BEDAnews –

Pengelolan perparkiran di Ciamis dinilai masih semrawut, akibatnya Ciamis dirugikan atas kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu modal pembangunan Ciamis. Hal itu diduga akibat kebocoran dana retribusi parkir yang  melibatkan oknum tertentu. Bahkan telah terjadi pelanggaran atas Perda  tentang retribusi  parkir di pinggir jalan.

Juru Bicara Forum Mahasiswa Pemuda Galuh Tabayun (FORMAGAT),Ifan kepda BEDAnews.com usai acara audensi antara perwakilan FORMAGAT dengan Kadishubkominfo Ciamis di ruangkerja Kadishubkominfo, kamis (24/4/2014) menyebutkan  “Ada beberapa hal yang kami sampaikan kepada Kadishubkominfo , diantaranya,retibusi parkir  tidak sesuai perda yang ada ,  120 0rang juru parkir  harus diperhatikan kesejahteraannya/ SDM diberikan pelatihan, retribusi diterminal harus ada pembenahan” ujarnya, menambahkan tidak semua angkutan umum masuk terminal tentunya ini malah membuktikan kesembrawutan teman angkot diluar terminal, tidak ada tanda bukti parkir berupa karcis yang merupakan bukti daatas hak pengguna jasa parkir, telah terjadi pelanggaran perda msalah retribusi parkir dipinggir jalan, ada bukti parkir untuk bisa melihat aliran penghasiln darinya  dan  targeran PAD bisa jelas bahkan transparan,  Parkir  liar merugikan negara, kami memandang ada kebocoran aliran penghasiln parkir” ungkapnya.

Kadshubkominfo Ciiamis, Aef Saefulloh, menganggap  audience formagat sebagai sosial kontrol,”Apa yg disampaikan tadi ditanggapi sebagai masukan yang diperlukan dinas, kami  menanggapi positif, tidak mungkin formagat memberikan saran negatif” ujarnya, menambahkan   kalupun kami belum bisa melaksanakan tidak sesuai aturan-aturan yg ada kita tetap pada dasarnya ingin melaksanaan aturan walupun degan keterbatasan kondisi, langkah kedepan akan lebih menintensipkan pembinaan, “Yang sebenarnya telah ada program pembinaan bagi juru parkir  untuk tertib  dan lebih rapi sertra petugas terminal dengan pungsi tugas dan tanggung  jawabnya,  “Kita akan terus bekerjasama dengan fihak lain untuk memberikan masukan agar terciptya ciamis kedepan lebih baik”.

“Formagat berharap ada perubahan  tata laksana parkir ke lebih baik, pembenahan, perbedaan pelaksanaan dilapangan, kalau memang tetap tidak ada perubahan maka kita akan menembus pihak DPRD untuk melihat perbedaan dan pelaksanaan atas perda yang telah disahkan” kata Ifan.    (abraham)

 

 

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close