Ragam

BERATAPKAN LANGIT Sejak Lahir

CIMAHI, BEDAnews

Meski pemerintah sudah berusaha melakukan pengentasan kemiskinan, namun keberadaan warga miskin masih belum terselesaikan. Buktinya, masih ada warga yang terpaksa harus mencari nafkah sambil meletakkan bayinya di tempat tebuka, dan mengasuh anak-anaknya demi mendapatkan uang Rp. 15 ribu sehari. Dia adalah Siti Masyitoh, warga Kampung Pojok Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah.

Saat diajak berbincang, Masyitoh sedang berjualan sambil mengasuh anak-anaknya yang masih balita di depan gedung wakil rakyat Kota Cimahi. Dirinya mengaku, setiap hari mengais rejeki dengan berjualan minuman, sementara anak-anaknya bermain di plaza alun-alun.

“Sejak berumur tiga hari memang bayi saya sudah terbiasa dibawa kesini dan tidur diatas lantai alun-alun ini. Mungkin karena sudah biasa, jadi sayapun tak merasa khawatir dengan keadaan dia,” tutur wanita kelahiran 1985 ini.

Diakuinya, meskipun setiap hari mendapatkan uang dari hasil jualan minuman, namun dia bersama keluarga belum mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan penghasilan sebesar itu dan 7 anak yang jadi tanggungannya, Masyitoh pun mengaku berat menghidupi keluarganya. Suaminya, Rohendi, hanya seorang penjual balon disekitar alun-alun Kota Cimahi, meskipun ada pemasukan, tetapi tetap saja beban hidupnya terasa berat.

Wanita asli Cimahi yang mengaku berasal dari Gang Kaum ini, sambil tersedu mengisahkan kondisi keluarganya. Dengan kondisi hidupnya yang serba kurang ini, dia mengaku tak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat, meskipun tergolong kurang mampu.

“Saya memang tidak punya kartu Jamkesmas, karena bukan tidak mau mengurus, tapi terkadang saat akan mengajukan, pengurus di lingkungan jarang ada di tempat, ya keluarga sayapun sampai saat ini tak memilikinya,” ucapnya.

Namun, beban hidup yang berat ini tidak membuatnya patah semangat. Dengan berjualan minuman yang modalnya pas-pasan ini. Masyitoh terus berjuang bersama suami menghidupi anak-anaknya.

Beban itu semakin berat, sejak dia melahirkan anak bungsunya. Untuk biaya melahirkan saja beberapa bulan lalu, terpaksa harus berhutang kepada bidan yang menolongnya. Biaya yang dipatok bidan sebesar Rp. 800 ribu, hanya sanggup dia bayar Rp. 200 ribu saja. Terpaksa, sejak beberapa bulan lalu dia pun menanggung hutang kepada bidan yang membantu kelahiran anaknya. (Bubun M)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close