Regional

Walikota Bandung Resmikan TMB Koridor 2

Bandung, BEDAnews

Walikota Bandung Dada Rosada, didampingi oleh Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungung Djoko Sasono, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jabar Dedi Taufik dan kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi, secara resmi meluncurkan operasional Trans Metro Bandung (TMB) Koridor 2 (Cicaheum-Cibeureum), di terminal Cicaheum, kamis (27/12).

Peluncuran ditandai dengan penanaman pohon, pelepasan burung dan pemecahan kendi sebagai tanda keberangkatan bus, dimana Walikota Bandung dan rombongan ikut menaiki bus tersebut sampai pemberhentian di alun-alun Bandung, jalan Asia Afrika.

Sebenarnya pelaksanaan operasional TMB koridor 2 ini, menurut Kadishub Kota Bandung, telah dilaksanakan sejak tanggal 10 Desember 2012, dan terhitung sebanyak 12.800 orang yang sudah menggunakan TMB, dengan komposisi penumpang umum 60% dan sisanya pelajar/mahasiswa. "Harga tiket untuk umum pada koridor 2 ini sebesar Rp. 3.000,- sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa sebesar Rp. 1.500," ujarnya.

Dijelaskan Ricky, bus yang digunakan pada koridor 2 jumlahnya sebanyak 10 buah yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan sebagai penyedia jasa/operatornya adalah dari Perum Damri sebagai pemenang tender. "Untuk mendukung pelaksanaan TMB ini, telah dibangun 19 shelter dengan dana yang berasal dari APBD Kota Bandung tahun 2012 sebesar Rp. 1,4 M," jelasnya.

Sementara alokasi jumlah bus TMB untuk koridor 2 lanjut Ricky, berdasarkan keputusan Walikota Bandung No. 551/Kep.764-Dishub/2012 adalah sebanyak 40 unit, sehingga kekurangan armada bus yang 30 buah diharapkan pada tahun 2013 dapat terpenuhi.

Walikota Bandung Bandung Dada Rosada di atas TMB yang bergerak, mengatakan meskipun belum sepenuhnya fasilitas koridor 2 ini selesai di bangun, tetapi terus dilakukan penyelasainnya. "Dengan diresmikannya koridor 2 ini, mudah-mudahan dapat menjadi rangsangan fasilitas yang belum selesai dapat segera dituntaskan," ungkapnya.

Dada juga mengatakan dirinya telah meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk melakukan kerjasama dengan konsultan transportasi atau lembaga penelitian untuk melakukan penelitian yang lebih akurat mengenai kemacetan dan pelayanan umum mengenai angkutaan massal, serta bagaimana hasilnya setelah adanya tambahan TMB, apakah dapat mengurangi kemacetan yang ada dan apakah dapat meningkatkan pelayanan dalam bentuk angkutan massal.

Selain TMB, untuk menyelasaikan permasalahan tarnsportasi massal nantinya di Kota Bandung akan di bangun MRT, monorail dan kereta gantung, jelas walikota Dada Rosada. (Heru)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close