Politik

Tajudin Sihab, Perintis Partai Demokrat Yang Terlupakan

Cimahi, BEDAnews

 

Merintis dan membesarkan partai politik, tak selamanya berbuah manis. Tak terkecuali saat ditimpa musibah, seperti dialami seorang warga RT 01/11 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi ini. Meski pernah merintis dan membesarkan Partai Demokrat, namun sejak partai berlambang Mercy itu baru lahir. H. Tajudin Sihab masih belum mendapatkan perhatian lebih dari partainya. 

Kepada wartawan BEDAnews.com, lelaki yang kini membuka warung dilokasi proyek gudang ini, menceritakan perjalanannya merintis dan memperjuangkan Partai yang sedang berkuasa saat ini. Namun nasibnya masih terlupakan, apalagi  saat diterpa musibah kebakaran beberapa bulan lalu.

Tajudin menuturkan, sekitar sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2004, dirinya diminta bantuan oleh H. Nono, yang saat ini menjabat Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Cimahi Selatan. Saat itu yang bersangkutan meminta dirinya membantu untuk membesarkan Partai Demokrat di Kota Cimahi.

“Awalnya, saya tak tertarik dengan tawarannya, namun setelah dijelaskan figurnya Susilo Bambang Yudhoyono, akhirnya sayapun mulai tertarik dan berusaha sekuat tenaga agar Partai Demokrat bisa berdiri di Kota Cimahi,“ kenang dia.

Singkat cerita, Tajudin pun mulai melakukan aktivitasnya bergerak mencari dukungan dan merintis pendirian pengurus ranting hingga DPC Kota Cimahi. Malahan, tak hanya dari Cimahi, saat awal partai ini berdiri, dari berbagai Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat mendatangi kediamannya untuk berkonsultasi tentang partai baru itu.

Sebut saja dari Subang, Garut, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung bahkan ada yang dari Jakarta. Saat itu, di Kota Cimahi belum ada kepengurusan DPC, dia bersama teman-temannya merintis berdirinya Demokrat di Kota Cimahi, yang diawali di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan.

Tajudin melanjutkan, sebelum adanya kepengurusan Partai Demokrat di Kota Cimahi, baru di Kelurahan Utama bendera Demokrat dikibarkan, yang banyak mengundang banyak pihak untuk mendatangi kediamannya.

“Alhamdulillah pada 2004, kami bisa mengantarkan 5 orang Caleg Demokrat menjadi anggota DPRD Kota Cimahi. Dan selanjutnya pada 2009 ada 12 orang anggota Partai Demokrat yang terpilih, termasuk Ketua DPRD saat ini, H. Ade Irawan. Beberapa nama lainnya yang dibantu saya adalah H. Edi Kanedi, Aida Cakrawati, Almarhum Sucipto Rustin menjadi anggota DPRD dari Cimahi Selatan,” sebutnya.

Kini, saat dirinya tertimpa musibah kebakaran hingga meluluhlantakan tempat tinggalnya, Tajudin merasa, perhatian yang diberikan DPC Partai Demokrat Kota Cimahi setengah-setengah. Dia mengaku hanya menerima bantuan alakadarnya saja. Usai kebakaran, dia mengaku mendapatkan bantuan Rp. 2,5 Juta dari DPC Kota Cimahi, salah seorang anggota dewan pun memberikan bantuan alakadarnya Rp 250 ribu, dan beberapa potong baju bekas dan sajadah.

Padahal, usai kebakaran lima bulan lalu, sudah mengajukan permohonan bantuan melalui partai dan PLN ranting Cimindi, namun hingga kini tak ada kabar beritanya. Permohonan bantuan yang disampaikan ke PLN pun tak jelas, karena menurut pengakuan kepala ranting PLN Cimindi, permohonannya tak dikabulkan.

“Menurut informasi kepala ranting saat itu, PLN tak menyetujui permohonan yang diajukan, namun saat itu dari para pegawai PLN patungan dan terkumpul Rp. 2 juta, tapi tidak saya ambil, dari partai pun hingga kini tak jelas apakah ada bantuan dari DPP atau DPD Jawa Barat,” ucapnya mengakhiri obrolan. (Bubun M)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close