Regional

Puluhan Pegawai Rusunawa Kota Cimahi Resah

Cimahi, BEDAnews

Puluhan Pegawai Rusunawa Kota Cimahi mengaku resah, menyusul akan dilakukannya pengambil alihan pengelolaan rusunawa dari Perusda Jatimandiri  oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi.

Pegawai Rusunawa Melong, Edi Dotun membenarkan adanya rencana pengambil alihan rusunawa dari Perusda oleh Dinas PU. “Kami sudah menerima surat undangan sosialisasi dari Dinas PU tentang rencana pengambil alihan rusunawa pada Jum’at (21/12), dengan adanya undangan ini jelas kami para pegawai merasa resah karena dikhawatirkan akan terjadi pemutusan hubungan kerja,” katanya, saat diwawancara, Kamis (20/12).

Keresahan pegawai terjadi karena jika Rusunawa yang semula diserahkan oleh Pemkot Cimahi kepada Perusda Jatimandiri, kemudian diambil alih kembali, para pegawai khawatir tentang status karyawan rusunawa, sebab belum bisa dipastikan pegawai yang  ada saat ini dipekerjakan kembali setelah pengambil alihan.

Dia menyebutkan, di rusunawa Melong ada 15 pegawai, namun yang baru mendapatkan upah hanya 12 orang, sisanya yang tiga orang terpaksa mendapatkan upah dari kebijaksanaan dari 12 pegawai tersebut.

Upah untuk 12 orang tersebut terpaksa kami bagi untuk 15 orang pegawai, namun baru saja sebulan menikmati upah tetap, tiba-tiba ada rencana pengambil alihan pengelolaan rusunawa, para pegawai jadi bertanya-tanya dengan kondisi ini, katanya.

Tak hanya itu, kata Edi, sebelumnya melalui Peraturan Daerah (Pertda), pemkot Cimahi melakukan pengelolaan aset kepada Perusda Jatimandiri. Namun baru saja perda itu berumur sekitar setahun lebih, tiba-tiba saja ada surat undangan sosialisasi tentang pengambil alihan rusunawa oleh Dinas PU.

”Jika memang pengelolaan asset itu diserahkan Pemkot Cimahi dengan  payung hukum Perda, sabaiknya dicabut dahulu Perda yang menjadi dasar pengelolaan rusunawa oleh Perusda Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Perda Perda yang sudah ada memang tidak berlaku?,” ucapnya heran.

Sementara itu, hingga berita ini dibuat, Kepala Dinas PU Kota Cimahi Ison Suhud saat dihubungi Kamis (20/12) telpon selulernya tidak diangkat. Begitupun Direktur Perusda Jatinadiri Usman Rachman, tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi lewat telpon selulernya. (Bubun M)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close