Politik

PDIP Jabar Pertanyakan Selisih Empat Juta Pemilih di Jabar

Cimahi, BEDAnews

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat mempertanyakan selisih empat juta pemilih di Jawa Barat menjelang pelaksanaan Pilgub 2013. Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Jabar I Ketut Sustiawan mengaku heran dengan perbedaan jumlah pemilih antara Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Privinsi Jawa Barat, karena angkanya terbilang fantastis.

”Kami akan meneliti selisih jumlah pemilih ini, karena angkanya cukup fantastis, bayangkan saja, penduduk Provinsi NTT saja hanya 2 juta orang, berarti selisih ini mencapai dua provinsi,” sebutnya, saat pelatihan coordinator Saksi Pilgub Jawa Barat, di Gedung HMS, Jalan Melong Asih Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis (20/12).

Menurut Pemprov Jabar, sesuai DP 4 pemilih di Jabar sekitar 32 juta orang, sedangkan versi KPU sesuai DPS ada 36 juta orang, ini menjadi pertanyaan kenapa selisihnya sampai sebesar itu.

“Kami tak tahu bagaimana bisa terjadi perbedaan selisih angka 4 juta orang, karenanya, PDIP Jawa Barat akan melakukan penelitian atas selisih data pemilih tersebut di seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Barat,“ jelasnya.

Dia menambahkan, menjelang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, DPD PDIP Jawa Barat akan merekrut 73 ribu orang saksi yang akan ditempatkan di TPS-PPS dan PPK Se Jawa Barat.

Sejak awal PDIP akan memberikan pemahaman soal tugas para saksi dalam pelaksanaan Pilgub mendatang, yang akan berlangsung hingga Januari mendatang. PDIP Cimahi merupakan DPC yang paling siap melakukan pelatihan, karenanya menjadi DPC pertama yang menggelar pelatihan ini.

Menurut Ketut, pihaknya akan merubah paradigma lama saat menjelang pelaksanaan Pemilu, sebab biasanya perekrutan saksi ini dilakukan mempet saat  Pemilu akan dilangsungkan, sehingga kesiapan merekapun tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. Dengan perekrutan saksi lebih awal, diharapkan mereka bisa lebih paham akan tugasnya, karena PDIP memiliki waktu yang relative lama untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para saksi.

Nantinya, kata Ketut, para saksi yang direkrut dari kader partai ini akan bertugas secara permanen, tak hanya melakukan tugas saat Pilgub saja, namun mereka juga akan melakukan tugas yang sama saat pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota, Pemilu Legislatif 2014 dan Pemilihan Presiden.

“Kami akan berusaha supaya seluruh saksi yang diterjunkan PDIP ini bisa mengisi seluruh TPS yang ada di Jawa Barat,” katanya. (Bubun M)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close