Ragam

Rini Susilowati Kampanyekan Hidup Sehat

Cimahi, BEDAnews

Setiap manusia atau hewan akan senantiasa diserang oleh berbagai jenis kuman, virus, bakteri, hama, parasit dan serangan dari luar yang mendatangkan penyakit. Karennya supaya hidup tetap sehat, tubuh harus diberikan daya tahan (imun) terhadap serangan virus atau bakteri.

Kepada BedaNews.com, Rini Susilowati Ningsih, warga Komplek Bumi Panyileukan, menceriterakan aktivitasnya mengkampanyekan hidup sehat di masyarakat. Dia menjelaskan, sistem imunlah yang senantiasa memerangi musuh-musuh yang datang menyerang tubuh manusia. Apabila musuh menyerang, gambaran rupa musuh-musuh itu akan disimpan dalam ingatan molekul halus yang dinamakan Transfer Factor (TF).

TF bertindak sebagai quota kamera penyimpan informasi, bentuk rupa jenis – jenis kuman, virus, bakteri dan sebagainya. “Transfer Factor adalah zat molekul halus yang bijak (immune IQ) yang terdapat dalam kolostrum (susu awal). Ia bertindak sebagai pemberi informasi kepada sistem imun tubuh,” katanya.

Dijelaskan Rini, setiap mamalia manusia atau hewan yang menyusuin anaknya akan mengirimkan informasi kepandaian sistem imun seluruh hidupnya kepada anaknya melalui susu awal yang dinamakan kolostrum. TF adalah Senjata Daya Imun yang paling berharga di dalam kolostrum.

Para saintis terdorong untuk mencari TF dalam kolostrum melalui pengamatan. Dengan melakukan pengamatan kepada lembu, mereka mendapatkan bahwa anak-anak lembu yang tidak diberi susu awal ibunya selepas dilahirkan akan mati dalam beberapa hari, walaupun terdapat banyak makanan-makanan lain yang diambilnya.

Infeksi dari serangan kuman, virus dan bakteri adalah penyebabnya. “Peneliti mendapatkan bahwa anak-anak lembu yang baru dilahirkan tidak mempunyai sistem kekebalan tubuh yang terbentuk dan tidak mengenali rupa-rupa jenis kuman, virus, bakteri dan sebagainya. Dengan adanya TF, sistem ketahanan anak-anak lembu dapat mengenali musuh-musuhnya, lantas dapat mempertahankan diri dari serangan,” jelas warga RT 03/10 Komplek Bumi Panyileukan ini.

Kebanyakan orang selalu mengkonsumsi obat jika terkena penyakit, padahal efek sampingnya cukup berbahaya terhadap tubuh, karena berbahan kimia. Karenanya, dia giat memberikan pengertian kepada warga dan para dokter untuk beralih dari obat kepada Transfer Factor.

“Saya bersama temen-temen mendatangi para dokter di Bandung, hasilnya cukup menggembirakan, karena banyak dokter yang asalnya bertahan dengan obat-obatan beralih kepada Transfer Factor setelah tahu manfaatnya, masekipun baru sebatas untuk dirinya dan keluarga,” tandasnya. (Bubun M)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

  1. mudah2an banyak yg membaca dan bisa memberikan info ttg pentingnya kesehatan terutama di saat terganggu kesehatannya…pilihlah imunoterapi sbg solusi nya…makasih untuk redaktur bedanew.com yg telah berpartisipasi menyebarkan info ini….goodluck

  2. wah yeke.. same ah… tapi lense bro memang gepamk.. berape ribu beli lense tuh? arituh baru je tengok member baru angkat 70-300 nikkor siap ade VR .. 5800 dia angkat.. huis bile lah dapat pakai lense camnih uhuhuhuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close