Regional

KLH Cimahi Peringatkan Puluhan Industri

Cimahi, BEDAnews

Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi melakukan teguran, pengawasan dan pemantauan limbah yang dihasilkan puluhan industri. Hal itu dilakuan selain untuk mencegah pencemaran lingkungan, juga sebagai usaha pembinaan. Sedangkan untuk perusahaan yang melakukan pencemaran, KLH melakukan peringatan.

Kepala Kantor Lingkugan Hidup kota Cimahi, Maria Fitriani, didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Rida Maulina menyebutkan, sedikitnya ada 80 industri di Kota Cimahi yang dipantau terkait pembuangan limbah cair yang dibuang ke sungai.

“Kami melakukan pemantauan dan pendataan kepada 80 indsutri yang membuang limbahnya ke sungai, untuk mencegah pencemaran sungai,” kata Maria Fitriani, Selasa (11/12).

Disebutkannya, dari 80 industri yang dipantau, sedikitnya ada 51 perusahaan industri yang diberikan peringatan dan sanksi adminsitratif. Bahkan pada tahun ini ada dua perusahaan yang disudah disidik secara hukum di tingkat Gakumdu Polres Cimahi. Pemantauan dilakukan, sebagai implementasi dari undang-undang nomor 32 tahun 2009.

Setelah melakukan pemantauan dan identifikasi, selanjutnya KLH kota Cimahi, melakukan pendataan untuk melakukan klsifikasi atas kasus yang terjadi akibat pembuangan limbah cair yang dibuang industri.

“Dari identifikasi yang kami lakukan, nantinya bisa diketahui sejauhmana pembinaan yang akan dilakukan oleh KLH. Setelah itu, KLH melayangkan surat kepada industri yang bersangkutan untuk memperbaiki pembuangan limbah cairnya, perusahaan harus memperbaiki sitem pembuangan limbah cairnya supaya tidak membuang limbah ke sungai, jika masih juga tak mengindahkannya baru kami berikan sanksi,“ sebutnya.

Fitriana menambahkan, sanksi yang diberikan kepada industri yang membuang limbah tak sesuai dengan ketentuan, diberikan sanksi sesuai dengan klasifikasinya. Bisa berbentuk peringatan administrasi, pencabutan ijin usaha atau bisa diteruskan ke ranah hukum. Namun sejumlah perusahaan industri di Cimahi mayoritas mersepon apa yang dilakukan KLH Cimahi, mereka pada umumnya segera melakukan perbaikan.

Sementara itu, Maulana (41) mengatakan, dia pernah melihat kali yang tercemar oleh limbah industri dan oli, sehingga menyebabkan air sungai berwarna hitam pekat. Diduga akibat pembuangan limbah sebuah industri di kelurahan Melong kecamatan Cimahi selatan. “Kami mengharapkan industri di Cimahi jangan membuang limbahnya yang dapat merugikan masyarakat sekitar,“ paparnya. (Bubun)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close