Peristiwa

Korban Banjir Melong Demo Pemkot Cimahi

Cimahi, BEDAnews

Pemerintah Kota Cimahi diminta segera melakukan penanganan permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di kelurahan melong Kecamatan Cimahi Selatan. Puluhan Warga Korban banjir yang mayoritas warga RW 02 Kelurahan Melong tersebut, meminta pemerintah untuk proaktif dan merealisasikan janjinya untuk mengatasi banjir di wilayah mereka.

Rombongan warga yang mengatasnamakan Forum Peduli Rakyat Cimahi (FPRC) itu mendesak agar Pemkot Cimahi segera membenahi infrastruktur dan segala kerugian yang diakibatkan banjir tahunan tersebut. “Banjir yang  sering menenggelamkan  wilayah RW.2 Kelurahan Melong tersebut, sudah terjadi sekitar 12 tahun, namun belum dapat diatasi oleh Pemkot Cimahi,” kata Ketua RW 02 Kelurahan Melomg, Arifin, Senin (10/12) disela-sela aksi demo.

Setiap turun hujan, warga menjadi resah karena khawatir banjir terjadi lagi, sehingga membuat warga was-was. Karena akibat banjir tersebut  warga yang mayoritas kalangan menengah kebawah, menjadi panik ketika hujan. Dalam benaknya memikirkan kemana harus berlindung ketika hujan turun.

Aksi Demo FPRC akhirnya diterima pihak Pemkot di Ruang Rapat Asda III. Selain itu dalam audeinsi dengan jajaran pemkot Cimahi, warga mengemukakan pasca banjir Melong, beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Usai audensi, Plt. Sekda Kota Cimahi, Bambang Arie Nugroho kepada wartawan menyampaikan, Pemkot Cimahi akan membantu memfasilitasi korban banjir dengan menyiapkan empat pompa air dan perlengkapan alat dapur darurat dalam waktu singkat melalui koordinator FPRC.

Salah satu penyebab banjir adalah adanya limbah batu bara yang masuk ke Sungai Cimahi. ”Bencana banjir Kelurahan Melong merupakan tanggung jawab bersama. Pemkot Cimahi telah menganggarkan dana sebesar Rp. 1 Milyar untuk penanggulangan pasca banjir,“ ungkapnya.

Karena penataan infrastruktur menyangkut tiga wilayah pemerintahan yaitu Cimahi, Kota Bandung dan kabupaten Bandung, warga akan melanjutkan aksi Demonya menuju Pemeritahan Provisi Jawa Barat supaya turun tangan menjadi mediator penataan infratsruktur lingkungan. (Bubun M)  

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close