Regional

DPRD Jabar Susun Perda Rehabilitasi Korban Narkoba

Bandung, BEDAnews

Dalam upaya mengatasi tingginya penyalahgunaan narkoba, saat ini peraturan daerah (raperda) tentang rehabilitasi social Korban Narkoba, tengah dibahas dan disusun oleh DPRD Jabar melalui Panitia Khusus (Pansus V).

Raperda ini diharapkan nantinya akan dijadikan payung hukum dalam penyelenggaraan penanganan masalah rehabilitasi social Korban narkoba di Jawa Barat. Selain itu juga raperda ini bertujuan untuk mendorong perbaikan kualitas rehabilitas korban narkoba yang tersebar di sejumlah balai rehabilitasi social di Jawa Barat.

Ketua Pansus Hj Ganiwati saat meninjau ke unit pelaksana teknis (UPT) Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi Putra di Lembang KBB, menyatakan dengan Raperda ini diharapkan dapat diterbitkan sebagai Perda yang dapat membangun kesepahaman dalam penanganan korban narkoba, mengingat balai rehabilitasi saat ini, tidak hanya tersebar di kota Bandung saja, namun sudah tersebar juga dibeberapa daerah antara lain Sukabumi, Bogor dan Tasikmalaya.

Hj Ganiwati, saat diterima Kadinsos Jabar, Tatty Iriani dan Kepala UPT Balai Rehabilitasi Pamardi Putra, Dedeh Suminar, menegaskan sejalan dengan pembahasan Raperda tentang Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba, akan mendorong menjadi Perda yang nantinya dapat memberikan manfaat khususnya dalam upaya mengatasi tingginya korban narkoba.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat ini, mengharapkan keberadaan Raperda tentang Rehabilitasi Korban Narkoba dapat diterbitkan menjadi Perda, dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya mengatasi masalah social seperti narkoba. Melalui regulasi tersebut, juga diharapkan ada peningkatan sarana dalam proses rehabilitasi korban narkoba.

Sememntara Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi Putra, Dedeh Suminar dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, kondisi mereka yang menjadi sasaran rehabilitasi merupakan hasil sosialisasi di tahun sebelumnya. Sebagai contoh untuk sasaran di tahun 2013, mereka yang merupakan hasil sosialisasi di tahun 2012.

Daya tampung korban narkoba yang direhabilitasi per tahun mencapai 95 orang, dengan sasaran kelompok umur 14 sampai 28 tahun. Mereka dijaring dan diseleksi berdasarkan skala prioritas dari seluruh Kabupaten/Kota di Jabar.

“Khusus di tahun 2013, yang direhabilitasi berasal dari 20 Kabupaten/Kota di Jabar. Mereka akan menjalani rehabilitasi selama 10 Bulan yang dimulai Bulan Pebruari. Mereka akan dibina baik fisik, mental maupun keterampilan,” katanya. (hermanto)

Selanjutnya

Related Articles

4 Comments

  1. 506086 948943I cant say that I completely agree, but then again Ive never actually thought of it quite like that before. Thanks for giving me something to think about when Im supposed to have an empty mind even though trying to fall asleep tonight lol.. 711398

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close