Seni Budaya

Mendidik Anak Disable, Mengharukan Sekaligus Membanggakan

Cimahi, BEDAnews

Mendidik Anak-anak disable atau anak cacat, ternyata sangat mengharukan dan membanggakan. Setidaknya itu dirasakan Shakira, seorang pelatih tari asal Malang, saat berbincang dengan wartawan BEDAnews.com Bubun Munawar di Bandung belum lama ini.

Dia berkisah, berawal pada 2010, Shakira datang ke Bali dengan maksud bertemu kawan lama satu alumni Institut Seni Indoneisa. Saat itu, kawan lamanya sedang mengajar menari tradisional.

”Di Bali, kawanku mengajarkan tari Bali, sedangkan aku di Jawa mengajarkan semua tari tradisional Nusantara. Suatu hari aku mengikuti kegiatan kawanku di Yayasan Bunga Bali dan Senang Hati di Bali, selama enam jam dari awal kegitan sampai kegiatan berjalan perlahan aku amati cara dia mengajarkan anak anak disable itu, ada rasa sesak di dadaku melihat usaha dia mengajar dan melihat semangat anak-anak disable belajar. Ada semangat yang luar biasa dan ada keharuan yg luar biasa,” ungkapnya terbata-bata.

Akhirnya setelah enam jam mengikuti kegiatan itu, Shakira berniat membawa anak anak Disable itu untuk bisa menari di Jawa Timur. Luar biasa, dia merasakan ada kebahagiaan terpancar dari mereka sambil melonjak kegirangan karena selama ini  belum pernah bepergian ke Jawa.

Singkat cerita, pada November 2012, Shakira pun berusaha mencari dana untuk membawa mereka ke Jawa. Dengan bantuan kawan-kawan seniman, maka terkumpulah dana yang bisa membiayai mereka untuk datang ke Jawa Timur.

Pada 13 November diapun menjemput Ketut Widya (10) salah seorang anak disable penderita bisu dan tuli siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Gianyar Bali. Setelah tiba di Malang, merekapun mulai latihan menari, ada hal yang luar biasa dari semangat mereka. “Si Widya memelukku dengan erat dan berbicara dalam bahasa isyarat..ibu aku sayang kamu!!!!!,” kata itu adalah kata yang terindah sebagai ucapan terimakasih yang pernah aku terima,” katanya.

Kemudian, pada 16 November anak-anak dari Bali bergabung dengan anak-anak kurang mampu dan berbakat yang dia didik selama ini. Dia bersyukur karena  dukungan secara mental, akhirnya bisa juga membangun anak-anak kurang mampu Purwosari, untuk dapat tampil "percaya diri" seperti anak-anak disable dari Bali. (Bubun M)

 

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close