Peristiwa

Siswa SMK 45 Lembang Nekat Gantung Diri

Bandung, BEDAnews

Diduga kesal karena sering dimarahi, Giriwana Purnama (16), siswa kelas 10 F Pariwisata SMK 45 Lembang, nekat menggantung diri di langit-langit kamar mandi rumahnya, di Jalan Geger Kalong Hilir RT 02/04 Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari, Rabu (5/12) siang.

Giri pertama kali ditemukan neneknya, tak bernyawa dengan tali tambang plastik melingkar di leher. Jenazah Giri langsung diturunkan oleh pihak keluarga, dimandikan dan langsung disholatkan.

Aksi Giri kontan membuat geger warga yang tinggal tak jauh dari Komplek Daarut Tauhiid milik Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), tak terkecuali keluarganya yang langsung histeris. Saudara kembar Giri, Wanagilang (16) tampak paling terpukul dengan kematian saudaranya hingga mengamuk kepada polisi dan wartawan yang datang.

Ayah korban, Suhendar, menyatakan ia sama sekali tidak melihat ada hal aneh pada diri anaknya sebelum akhirnya nekat gantung diri. “Tadi saya cari-cari dia supaya berangkat sekolah, ternyata malah sudah meninggal,” kata Suhendar kepada wartawan dirumahnya, Rabu (5/12).

Suhendar juga memohon maaf atas reaksi saudara kembar Giri, Wanagilang, yang melarang polisi dan wartawan untuk mengidentifikasi jenazah serta mengambil gambar. Hal ini cukup dimaklumi, mengingat hubungan Giri dan Wanagilang sangat dekat. “Mereka tak terpisahkan, kadang mandi pun bersama,” cerita Suhendar.

Giri dikenal baik oleh teman-temannya meski tergolong anak yang pendiam. Hal itu diungkapkan salah seorang teman sekolah korban di SMK 45 Lembang, Chimbar, yang datang melayat ke rumah duka begitu mendengar kematian Giri. “Anaknya baik namun ia jarang masuk sekolah. Pernah sampai satu bulan tidak sekolah,” ujar Chimbar.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sukasari AKP Mubarok menyatakan berdasarkan keterangan keluarga, Giri diduga nekat gantung diri akibat sering dimarahi akibat tidak masuk sekolah.

"Dari keterangan yang kami dapat, memang Giri sering dimarahi. Terakhir juga sebelum gantung diri ia baru dimarahi neneknya," kata Mubarok saat dihubungi melalui telepon, Rabu (5/12).

Mubarak juga mengatakan, pihaknya tidak akan menindaklanjuti peristiwa itu. “Keluarga tidak mau diautopsi. Mereka sudah menerima apa adanya," kata Mubarok. (Lanie)  

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close