TNI-POLRI

Komunitas Bandung Wetan Sepakat Cegah Kejahatan

Bandung, BEDAnews

Masyarakat perlu dilibatkan dan diberdayakan dalam mencegah konflik dan kejahatan di wilayah, khususnya Jawa Barat. Karenanya atas persetujuan Mabes Polri Lembaga Cegah kejahatan Indonesia (LKCI) sejak 2011 melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui berbagai komunitas yang ada.

Penanganan masalah kemanan bukan hanya tanggungjwab polisi saja, namun dibutuhkan kerjasama dan keterlibatan masyarakat untuk menciptakan kemananan lingkungan, demikian dikatakan Ketua Harian Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Irjen Pol (Purn) Drs. I Ketut Astawa saat penandatanganan nota kesepahaman antara LKCI bersama komunitas Bandung Wetan Kapolsek Bandung Wetan, Camat Bandung Wetan dan Lurah Tamansari, di Hotel Arion Swiss Belhotel, Minggu 2 Desember 2012.

Menurut Astawa, penandatangan nota kesepahaman dilakukan ditingkat polsek, karena Polsek merupakan birokrasi kepolisian yang berada paling depan dengan masyarakat. Polsek merupakan pelindung dan pelayan masyarakat yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karenanya, pelaksanaan kesepahamanpun dilakukan secara bersama-sama antara aparat polisi dengan masyarakat.

Penandatangan kesepahaman merupakan ksepahaman untuk berkomitmen bersama mengoptimalkan pencegahan konflik dan kejahatan supaya dapat terpelihara dan terjaga stabilitas keamanan yang merupakan prasyratan utama berjalannya roda pembangunan meweujudkan masyarakat yang tata tentram kerta raharja.

Sementara itu, Camat Bandung Wetan, Jaya Ahmad Duhyana menyebutkan, dalam melakukan pencegahan kejahatan di Bandung Wetan, Pendekatan tidak refresif tapi ada pendekatan yang dilakukan terutama dibidang ekonomi, sebab wilayah Bandung Wetan merupakan wilayah yang memiliki potensi obyek wisata, pendidikan dan ekonomi yang luar biasa.

“Masalah keamanan bisa muncul karena ada pemicunya, sehingga agak rawan, karena penuh dengan dinamika dan problematika yang ada. Menjaga keamanan dan ketertiban umum tugas bersama, jika dilakukan oleh Polisi semata, tak akan berhasil tanpa bantuan dari masyarakat,” katanya.

Pendekatan pelayanan yang harus dilakukan harus diikuti dengan baik sesuai dengan standar yang baik. Kepada jajaran aparat kelurahan, pihaknya sering mewanti-wanti untuk tidak memberikan surat keterangan tanpa ada pengantar dari RT dan RW. “Terkadang wilayah kami menjadi incaran teroris untuk sekedar mendapatkan administrasi kependudukan, jika tidak hati-hati untuk melakukan antisipasi.   

Berikan masukan kepada Muspika untuk memberikan rasa aman, rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjaga kesamanan, muspika tanpa dibantu oleh komunitas, takan akan berjalan dengan baik, tanpa peran serta maysarakat, tugas menjaga keamanan wilayah  tak akan berhasil.

”Setelah adanya kegiatan ini kami berharap, Kecamatan Bandung Wetan, merupakan daerah teraman dan ternyaman di Kota Bandung, sehingga memberikan rasa aman dan rasa nyaman bagi wisatawan,” tuturnya.

Sedangkan Kapolsek Bandung Wetan menyatakan, kagiatan ini sangat luar biasa, dan menyambut baik dengan adanya nota kesepahakaman ini untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah keamanan.

Tenaga polisi masih kurang memadai rasionya dibandingkan dengan masyarakat yang harus diberikan pelayanan keamanan. Polsek kecamatan perwakilan agar segera impelementasikan kesepahaman ini di lapangan, katanya. (Bubun)  

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close