Peristiwa

Ribuan Buruh Subang Tuntut Kenaikan UMK

Subang, BEDAnews

Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Subang, Senin Siang (5/11/2012) berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Subang, menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2013.

Massa yang terdiri atas berbagai serikat buruh itu, bergerak dari Kalijati sekitar pukul 8.00 WIB menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Subang. Para buruh pun sempat menggelar orasi beberapa saat sebelum bertolak ke Kantor Pemkab Subang.

Anang Kusnandar Koordinator dalam aksi tersebut mengatakan, upah buruh tahun ini sebesar Rp. 862.500,- jauh dari kebutuhan hidup layak. Dia menuntut agar Pemkab Subang memberlakukan UMK 2013 sebesar Rp 1.551.000. “Ini harga mati. Jangan sampai Dewan Pengupahan hanya berpihak kepada pengusaha,” katanya.

Kaum buruh tiada lain hanya sekedar ingin hidup lebih baik dan layak. Kaum buruh hanya ingin kesejahteraan tak perlu kekayaan. Upah yang didapat mampu untuk mencukupi kebuhuhan hidup sehari hari itu saja, sudah cukup. Bahkan mungkin tak pernah berpikir untuk kaya maupun berlimpah harta, kata Anang.

“Kami kaum buruh saat ini dijadikan sapi perahan dan disiksa oleh upah yang rendah. Padahal dari separuh waktu dalam kesehariannya, kaum buruh dihabiskan untuk terus bekerja mengelola dan menjalankan mesin-mesin produksi milik para pengusaha, dimana para kaum pengusaha selalu berfikir bagaimana mendapatkan keuntungan besar tetapi hanya dengan modal/biaya yang kecil, salah satunya menekan upah buruh seminimal mungkin,” ungkapnya kecewa.

Untuk itu lanjut Anang, Aliansi Buruh Subang menuntut Bupati Subang agar menetapkan UMK Subang Tahun 2013 sebesar Rp. 1.551.000,-/bulan sesuai perhitungan survey pasar. Dan menghapus sistem kerja kontrak serta melindungi kaum buruh migrant, TKI dan keluarganya, ujar anang yang diamini para pengunjukrasa.

Selain itu, pengunjuk rasa mengancam apabila tututan para buruh tidak direspon, pihaknya mengancam akan memboikot pemilukada. “Kita sepakat kawan-kawan apabila tuntutan kita tidak dikabulkan untuk sama-sama memboikot Pemilukada, siap……………,” ujar ribuan buruh dalam aksi itu. [adang]

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close