Regional

Puluhan Konsumen PNC Mengadu ke DPRD Cimahi

Cimahi, BEDAnews

Puluhan Pedagang pasar dan Warung Tradisional (Pesat) yang menjadi konsumen kios di Pusat Niaga cimahi (PNC) mengaku resah. Buntutnya, Selasa (23/10) tadi mereka mengadukan hal itu kepada Komisi I DPRD kota Cimahi.

Koordinator pedagang, Agus Fadillah mengatakan, keresahan para pedagang terjadi karena sejak memberikan uang muka pembelian kios atau ruko di Pusat Niaga Cimahi, hingga saat ini pembangunannya belum juga dimulai, padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara perwakilan pedagang dengan pengelola PNC untuk segera melakukan pembangunan.

“Dalam audensi dengan Komisi I telah dilakukan sepekatan kepada PT. Pilbers Nusa Perkasa, selaku pengembang PNC untuk melaksanakan pembangunan selama tiga bulan, bila tak ada realisasi, konsumen berhak mengambil seluruh uang yang sudah masuk kepada PT.  Pilbers secara utuh,” paparnya.

Dikatakannya, karena sampai saat ini belum juga ada pembangunan, maka puluhan pedagang mendatangi DPRD Kota Cimahi untuk menyampaikan tuntutan. Para konsumen menuntut hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan pengusaha yang beritikad tidak baik, dan mengembalikan uang pedagang secara utuh.

Selain itu, pedagang juga mendesak Pemkot Cimahi membatalkan perjanjian kerjasama dengan PT. Pilbers Nusa Perkasa dalam pembangunan PNC. “Pemkot Cimahi diminta mengambil alih pembangunan PNC.DPRD juga harus membentuk team investigasi untuk verifikasi PT. Pilbers Nusa Perkasa sebagai pengembang,” katanya.

Para pedagang juga meminta PT.  Pilbers diadili, karena tidak ada ditempat, dan diindikasikan melarikan diri alias kabur. Keresahan pedagang  juga dipicu karena dari sekitar 283 calon konsumen ruko dan kios, sudah menyerahkan uang antara Rp 1 Juta hingga Rp, 59 Juta, namun hingga kini tak ada pembangunan di lokasi PNC. Padahal, kata Agus, pedagang akan diberikan sanksi hangusnya uang yang telah disetorkan, jika tiga bulan tak melunasi kewajiban.

Menanggapi hal itu, wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Alfian mengatakan, komsi I akan meminta kepada pimpinan DPRD untuk melayangkan surat panggilan kepada PT. Pilber Nusa Perkasa, BUMD Jatimandiri, Pemkot Cimahi serta pihak terkait lainnya. “Dalam waktu beberapa hari, kami akan memanggil mereka dan melakukan evaluasi atas kesepakatan kerjasama antara calon konsumen dengan pihak pengembang, “ tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Direktur Utama PT. Pilber Nusa Perkasa Sofar Simanjuntak, hingga berita ini dibuat tidak memberikan tanggapan. (Bubun)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close