Regional

Kondisi Sebagian Jalan Haji Gofur Ngamprah, Kini Lebih baik

Bandung Barat, BEDAnews

Beberapa titik di Jalan H. Gofur, kec. Ngamprah, KBB, yang beberapa waktu lalu kondisinya cukup memprihatinkan, kini secara bertahap sudah membaik berkat penanganan yang optimal. Selama ini kondisi yang cukup parah terutama didepan SD Ciledug sampai pertigaan menuju desa Cilame. Berkat pengaspalan (hotmix) yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh CV Eka Marga, kondisi jalur tersebut menjadi lebih baik dengan lapisan aspal hotmix yang cukup tebal.

Menurut Amir Martazuli dari Dinas Bina Marga Kebupaten Bandung Barat (KBB), pembangunan infrastruktur jalan di wilayah KBB termasuk jl. H. Gofur untuk tahun ini senantiasa diusahakan seoptimal mungkin dengan mengurangi berbagai persoalan yang mungkin muncul ke permukaan.

“Pengalaman tahun 2011, banyak sorotan yang diarahkan kepada Dinas Bina Marga KBB. Sorotan itu tentunya merupakan dorongan untuk perbaikan kinerja kearah yang lebih baik. Bagi pihak pemborongpun diharapkan melakukan langkah-langkah yang lebih baik, transparan, optimal demi kepentingan masyarakat”, ujar Amir yang didampingi Dedi dan Kepala Dinas Bina Marga KBB beberapa waktu lalu di ruang kerja Kepala Dinas.

Khusus jalan H. Gofur, menurut pimpinan CV Eka Marga, H. Agus Rusnandar, pihaknya berusaha melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin sesuai kontrak. “Sekarang ini pekerjaan jalan tidak bisa dilakukan asal-asalan. Banyak pengawasan, selain secara formal oleh konsultan pengawas dan control dari pihak Dinas Bina Marga sendiri, juga pengawasan dari masyarakat yang sekarang ini bebas mengawasi proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah. Karenanya, hasil pekerjaan harus benar-benar optimal memenuhi kwalitas yang prima”, ujarnya ketika ditemui di Bandung.

Menurut Agus yang telah berpengalaman mengerjakan jalan dari tahun 80-an, Pada pekerjaan jalan H. Gofur tidak terdapat hambatan teknis yang menghambat pekerjaan. “Secara teknis berjalan lancar. Meskipun ada saja hambatan non teknis yang tidak bisa kita duga, namun hambatan non teknis itu Alhamdulillah bisa kita eliminir sehingga tidak menganggu jalannya pekerjaan”.

Upaya mengatasi hambatan non teknis yang biasanya muncul dari masyarakat sekitar tentu perlu kita akomodir sebaik mungkin. “Alasan itulah mengapa saya selalu melibatkan masyarakat setempat terutama pemuda yang ditokohkan. Dengan melibatkan tokoh muda dari masyarakat sekitar, maka pendekatan kepada masyarakat akan lebih mudah dan dukungan terhadap pekerjaan pun akan semakin kondusif”, tegas H. Agus.

Pada kesempatan yang sama, Sumirat, tokoh pemuda setempat yang mendampingi H. Agus mengatakan, pekerjaan jalan H. Gofur yang panjangnya sekitar 655 m dan lebar antara 3 – 4 m itu alhamdulilah bisa diselesaikan tepat waktu. Meskipun saat ini sewaktu-waktu cuaca mendung dan hujan, tetapi pekerjaan berhasil diselesaikan dengan baik dan kualitasnya bisa dipertanggung jawabkan.

“Saat ini dengan selesainya pekerjaan, masyarakat bisa merasakan manfaatnya, dan jalur jalan H. Gofur tersebut tidak lagi becek. Kendaraan yang melewati jalan Gofur tidak kerepotan lagi menghindarkan genangan air yang selalu terjadi terutama di saat hujan,” pungkas H. Agus yang diamini oleh Sumirat. (teddy)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close