Nasional

Masinis Disertifikasi

Bandung, BEDAnews

Guna meminimalisir kecelakaan kereta api akibat human error, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan setiap masinis untuk ujian kompetensi. Uji kompetensi atau sertifikasi masinis ini dimaksudkan untuk memberikan lisensi terhadap masinis yang layak mengemudikan kereta api. Tak hanya masinis, asisiten masinis, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dan Penjaga Perlintasan (PJL) juga diwajibkan mengikuti sertifikasi.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko menuturkan, uji kompetensi ini perlu dilakukan guna mengetahui sejauh mana keahlian masinis dalam mengusai jalur dan instruksi lainnya dalam mengoperasikan kereta api.

“Uji kompetensi ini perlu untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan masinis dalam mengendalikan kereta api, dengan begitu human error yang disebabkan masinis dapat dihindari seminimal mungkin,” ujar Hermanto seusai menyerahkan sertifikat lulus uji kompetensi kepada masinis kereta api di Kantor Daop 2 PT KAI Bandung Jl. Stasiun Selatan No. 25, Rabu (17/10).

Hermanto menambahkan, uji kompetensi ini dilakukan 2 tahap. Tahap pertama diikuti oleh 672 masinis dari 9 Daop dan 2 Divre. Dari hasil ujian pertama hanya 415 orang yang lulus dan mengikuti ujian tahap kedua di Bandung.

Untuk mendapatkan sertifikat lulus uji kompetensi,para masinis harus terlebih dahulu melalui beberapa tes yang telah ditetapkan, dimulai dari administrasi seperti pemeriksaan surat keterangan sehat dari dokter hingga dokumen lainnya.

“Setelah lulus administrasi, para masinis akan mengikuti ujian teori yang bertujuan mengetahui sejauh mana kapasitas ilmu pengetahuan masinis dalam perkeretaapian. Menurut Hermanto, sebelum mengikuti sertifikasi, seluruh petugas tersebut sebenarnya telah memiliki lisensi dari pemerintah.

Namun, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 23 tahun 2011 tentang sertifikat kecakapan awak sarana perkeretaapian, pengujian ulang pun dilakukan mulai tahun lalu. "Untuk yang belum bersertifikat ini, kami minta untuk tidak beroperasi dulu, " pungkas Hermanto Dwiatmoko. (Lanie)

Selanjutnya

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close