Pendidikan

Lambat Ditangani, Ruangan SDN Utama Mandiri 1 Ambruk

Cimahi, BEDAnews.com

Kepala SD Negeri Utama Mandiri 1 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi ambruk pada Rabu sore (10/10). Ruangan dua lokal itu, awalnya digunakan untuk ruang kepala sekolah dan ruangan tamu. Patauan dilapangan, menunjkan, ambruknya ruangan kepala sekolah itu diduga karena bahan bangunan yang sudah dimakan usia. Meski sempat dilaporkan ke Disdikpora Kota Cimahi, namun bangunan SD itu terburu ambruk.   

Kepala SDN Utama Mandiri 1 Cucum Suminar mengatakan, awalnya ruangan yang ambruk itu digunakan sebagai ruangan kepala sekolah tempat dirinya ngantor dan ruangan tamu pihak sekolah. Sejak Juni 2010 menjabat kepala sekolah, kondisi atap ruangannya sudah lapuk, karena dimakan usia, beberapa bulan lalu, sudah tampak kerusakan dibagian atap dan labgit-langit ruangan, karenanya dia berinisiatif untuk menggunakan ruangan yang semula untuk mushola sebagai ruangan kepala sekolah. “Saya khawatir jika saat ngantor sewaktu-waktu atap ruangan bisa ambruk, karenanya ruangan kerja saya pindah ketempat yang lebih aman, saat ngantor sering ada suara seperti patahan kayu ” kata dia, saat ditemui Kamis (11/10).  

Menurut Cucum, ruangan itu awalnya merupakan kantor inspeksi Disdik Kecamatan cimahi Selatan, sebelum Cimahi berubah menjadi kota. Karena merupakan bangunan yang cukup tua, dengan kondisi kayu yang sudah dimakan usia, sehingga terpaksa ruangan dua lokal itu sejak dua tahun lalu dibiarkan kosong. “Sejak 2010, kami sudah melaporkan kondisi bangunan tersebut kepada Disdik malahan proposalnya sudah sampai ke kementerian Pendidikan Nasiona, namun sebelum sempat diperbaiki, bagunan itu sudah keburu ambruk,” papar dia.

Cucu menambahkan, sebelum bangunan itu ambruk, sebelumnya sudah ada peninjauan ke lokasi oleh Dinas Pendidikan dan Dinas PU Kota Cimahi, malahan luas bangunan yang sudah lapuk tersebut sempat dilakukan pengukuran.

Sementara, Ketua Komite SDN Utama Mandiri 1 H, Nunu Nugraha menyebutkan, pihaknya merasa prihatin dengan ambruknya bangunan itu, karena  ada keterlambatan birokrasi untuk melakukan rehabilitasi  atas dua ruangan yang dulunya digunakan untuk kantor Kanin Disdik Cimahi Selatan. “Saya sebagai komite sekolah disini merasa prihatin atas kondisi yang terjadi, namun dari birokrasi terlambat, sekolah mesti menunggu ambruk dulu, beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dijelasaknnya, mungkin karena pihak Disdik menganggap bahwa kantor itu merupakan milik PGRI, sehingga pihak Disdik beranggapan bukan aset Pemkot, padahal sejak awal kami sudah menjamin bahwa ruangan itu termasuk dalam lingkungan sekolah.Bahkan masyarakatpun sudah tahu sejak lama tentang kondisi bangunan itu. Komite berharap supaya Disdik secepatnya mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. Pihaknya merasa menjadi buah simalakama atas kondisi itu. Pada 2010 lalu, Komite bersama kepala sekolah sudah mengajukan permohonan rehab bangunan, namun hingga kini belum ada kabar, ke DPRD Kota cimahi pun sudah disampaikan, namun belum ada realisasinya, kini bangunan itu keburu ambruk. “Mudah-mudahan ini merupakan bahan pelajaran bagi seluruh pihak, jangan sampai terjadi ditempat lain, sehingga cepat mengambil tindakan, sebelum terjadi kejadian serupa di sekolah lainnya,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Cimahi Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi SD Utama Mandiri 1, malahan sebentar lagi akan dilakukan pembagunan dengan cara swakelola yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012.” Sebentar lagi kami akan membangun ruangan baru, karena sudah menjadi rencana kami, pihak  kami sudah melakukan peninjauan ke lokasi, “ kata Hendra melalui pesan singkat. (bubun)

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close