Pendidikan

Guru Honorer Tuntut Tambahan Penghasilan

Cimahi, BEDAnews-

Guru honorer di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cimahi, menuntut tambahan penghasilan. Pasalnya penghasilan yang diperoleh saat dinilai masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehri-hari.

Menurut sebuah sumber, para guru mempertanyakan masalah ini kepada kepala sekolah, namun belum ada perubahan penghasilan yang diinginkan. Yang jadi  perhatian para guru adalah tambahan uang jam mengajar.“Para guru meminta ada tambahan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari karena honor  yang diterima saat ini masih terbilang cukup rendah,, malahan minggu kemarin sempat mereka melakukan demo” kata sumber tadi kepada bedanews.

Saat dikonfirmasi, Kepala MAN Cimahi Nandi Supendi membantah jika terjadi demo para guru honorer, yang ada mereka meminta tambahan pnghasilan, sesuai dengan jam mengajar. Di MAN Cimahi ada 20 orang guru honor yang sudah mengabdi, dengan jam mengajar lebih dari enam jam perminggunya. “Kami nyatakan, tidak ada demo para guru honor, mereka hanya mempertanyakan kebijakan tambahan penghasilan saja, itupun sudah diberikan penjelasan kepada mereka,” kata Nandi Kamis (11/10).

Dikatakan Nandi, Sesuai dengan Srat Menteri Agama RI nomor  110 tahun 2007 tentang horarium guru tidak tetap dan honorarium kelebihan jam mengajar guru tetap.  setiap guru tidak  tetap  di madrasah da;am  lingkungan Kementerian Agama, mendapatkan honor sebesar Rp.300 ribu perbulan. Selain honor tadi ada tambahan  honor lainnya, berupa  tunjangan fungsional sebesar Rp 250 ribu sebulan, yang  yang dibayarkan dalam dua termin sedangkan untuk tunjangan jabatan mereka mendapat   Rp 80 ribu ditambah  honor  perjam mengahar  honor Rp 20 ribu setiap jamnya.

Nandi menambahkan, sejak berdirinya MAN di Jalan kihapit Barat ini, jumlah rombongan belajar saat ini sudah mencapai 13 rombel, namun ruang kelasnya baru ada 9 ruangan, sehingga siswa digilir untuk menggunakan ruang laboratotium komputer, ruang perpustakaan, laboratorium bahasa dam Masjid saat pelajaran Agama islam. “Para siswa mendapatkan giliran untuk belajar di riangan tadi sesuai dengan jadwal yang diatur pihak sekolah,” sebutnya.

 Dia menjelaskan, untuk menambah penghasilan dan sarana sekolah, kedepan pihaknya akan membentuk komite sekolah yang terdiri dari berbagai unsure. Selain wakil orang tua murid, juga akan melibatkan pengusaha, tokoh masyarakat dan wakil dari sekolah. (bubun m) 

Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close