Hukum

DKPP Konfrontir KPU Cimahi

Cimahi, BEDAnews

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) mengkonfrontir KPU Kota Cimahi terkait pengaduan dua pasangan bakal calon Walikota Cimahi dari jalur independen. Kedua pasangan yang mengadukan KPU Kota Cimahi itu adalah pasangan Imam (Amas-Mujok) dan Sira Sabar (Asep Tamim-Subarna).

Dalam sidang majelis DKPP yang dipimpin ketuanya Valina Singka Subekti dan dua anggotanya Nelson Simanjuntak dan Nurhidayat Sardini di gedung Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) jalan Thamrin Jakarta, majelis DKPP mempertanyakan soal proses pelaksanaan pemilukada Cimahi.

Dalam sidang itu, Pasangan Imam mempertanyakan soal Surat Keputusan KPU nomor 8 tahun 2012 tentang Pedoman teknis dan tata cara pendaftaran balon walikota Cimahi, yang diberikan setelah dilakukannya pendiskualifikasian pasangan Imam oleh KPU Kota Cimahi.

“Saat kami mendaftarkan diri, kami tak tahu SK KPU nomor 8, kami baru mengetahuinya  dari Panwaslu Kota Cimahi, saat melakukan laporan, setelah kami dinyatakan tak bisa ikut pilkada,” kata Ketua Tim Pasangan Imam, Fajar Budhi Wibowo.

Selain itu, Tim Imam juga mempertanyakan soal berita acara rapat pleno KPU Kota Cimahi terkait keputusan pendiskualifikasian pasangan Imam, karena sudah beberap kali ditanyakan, tak mendapatkan jawaban yang jelas.

Setelah diminta majelis DKPP untuk menjelaskan laporan dari pengadu, Ketua KPU Kota Cimahi Ikin Sodikin menjelaskan, awalnya ada 15 pasangan calon independen yang ingin ikut dalam pilkada kota Cimahi, namun saat dibuka pendaftaran, hanya empat yang melakukan pendaftaran di KPU. Dari pendaftar yang masuk hanya satu yang kami nyatakan memenuhi syarat dukungan dan kelengkapan administrasi dukungan berupa hard copy dan soft copy, yaitu pasangan Arjuna, yang lainnya kami nyatakan tak memenuhi syarat,” paparnya.

Sedangkan soal SK KPU nomor 8 tahun 2012, Ikin membantah tak mensosialisaikannya, karena meski pasangan Imama mengaku tak mendapatkannya, KPU Kota Cimahi sudah mensosialisasikannya melalui website KPU. “SK KPU sudah kami soaislisasikan melalui website, jadi para balon bisa melihatnya di websaite tersebut,” katanya.

Namun, pernyataan Ketua KPU itu dibantah oleh Fajar Budhi Wibowo. Menurutnya, hingga sebelum pelaksanaan pemilukada 2012 pada 8 September, setelah dibuka website KPU, ternyata SK nomor 8 tersebut tak bisa diakses di website KPU.

Sidang Majelis DKPP ditutup Ketua Majels Valina Singka sekitar pukul 14.00. “Setelah dilakukan sidang kedua ini, sidang selanjutnya akan dilakukan pada pecan depan, paengadu maupun taeradu akan mendapatkan pemberitahuan selanjutnya dari secretariat,” tutur Valina sambil menutup persidangan. (bubun munawar)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

  1. Indeed, the statement of SBY did come aorscs as quite unusual. I have not been able to read the transcript you mention, but have been able to watch most of it live on TV yesterday. He suggested he wanted to go to the site of the attacks earlier in the morning, but was not allowed by his security staff: they needed to secure the entire area first because of the threats aganst him. Maybe that is why he was that angry and decided to come forward with it?Meanwhile there is a lot of criticism on his speech of yesterday, especially by the Megawati/Prabowo presidential candidate team, who are accusing SBY of . They also “an abuse of his presidency”. I get the impression from what I hear though that the more statements the Mega/Prabo team makes, the more they raise the suspicion on them…The pictures of the terror training that SBY on TV, had been in East Kalimantan on May 5 this year. That group was subsequently arrested. National police chief, General Hendarso Danuri, suspects that [Malaysian Muslim, involved in Jemaah Islamiya, still at large], might be involved. The bomb seems to be similar to what was used by the Malang and Cilacap [East Java] terrorist networks the police did wind up previous years. One of the kamikaze Muslims might be , who stayed in room 1808 already for a week and had set up a “base” there. This corresponds with your suggestion that material has been smuggled in.I still wonder what was meant exactly with that threat to make another Iran of Indonesia (Java to be precise) …By the way, the Dutch government immediately its activities in Jakarta and is still hiding under their desks I guess. Eventhough 1000 kilometers to the east, the surfing beaches are just as always:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close