Regional

TKPPN Cimahi Tangani Permasalahan Sosial

Cimahi, BEDAnews

Bahaya Narkotika Alkohol Psikotropika Zat Adikif (NAPZA) bagi generasi muda menjadi sorotan bersama, Ketua Tim Pencegah Penanggulangan Napza (TKPPN) Kota Cimahi H. Dicky Purnama menjelaskan, Napza dapat menyerang siapa saja khususnya bagi anak dan remaja, Napza atau Narkoba sangat bahaya bagi usia anak dan remaja, karena akan berdampak pada perubahan prilaku bagi yang mengkonsumsinya.

Pengalamannya dalam menangani masalah korban Napza, hingga saat ini sudah berhasil menangani 11 kasus yang terjerat hingga ke ranah hukum, masing-masing kasus penyelesaian dari awal hingga anak tersebut pulang kerumah memakan waktu 4 s/d 6 bulan. “Kemudian anak yang setelah mendapat masalah ini kami lakukan rehabilitasi agar tidak terulang kembali,” katanya.

Kelurahan Pasirkaliki dalam kurun 2003 – 2006, merupakan daerah tertinggi diwilayah hukum Polres Bandung sebelum terbentuknya Polres Cimahi. “Bayangkan dulu sebelum ada Polres Cimahi, Polres Bandung terdiri dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, di Pasirkaliki ada tiga RW yang masuk rawan dari mulai pengguna hingga pengedar dan bandar, sekarang Alhamdulillah sudah tidak ditemukan lagi. Dari hasil pemantauan, ternya mereka adalah warga pendatang,” paparnya.

Untuk itu, TKPPN Cimahi senantiasa melakukan pembinaan dan sosialisasi pada masyarakat Cimahi, karena pencegahan tersebut harus dilakukan secara kontinue, ketika kita lengah di khawatirkan peredaran narkoba masuk, karena jaringan ini sudah profesional, kita tidak tahu apa dan dimana mereka, namun dengan menjaga lingkungan dari peredaran narkoba melalui sosialisasi pencegahan narkoba terhadap anak dan remaja maka sulit mereka masuk, apa lagi mencari pasar, yang ada malah sebaliknya.

Selain itu, Napza dapat berakibat pada kelainan jiwa karena penggunaan obat terlarang ini dapat menyerang syaraf ketika dikonsumsi berlebih, untuk itu TKPPN Kota Cimahi beserta instansi terkait selalu melakukan pembinaan dari mulai tingkat RT/RW hingga tingkat kota dengan maksud agar anak dan generasi muda atau remaja terhindar dari obat terlarang tersebut, kali ini kami agendakan bersama masyarakat Kelurahan Pasir Kaliki Cimahi dengan mengundang masyarakat dan menghadirkan tokoh masyarakat, dan Dinas terkait serta Dinas Sosial Provnsi Jawa Barat turut hadir.

Dicky melanjutkan , lembaganya juga memberikan bimbingan dan sosial pada para anak tergolong tidak mampu, karena mereka harus terpenuhi kebutuhan dasarnya. mereka berhak mendapat bantuan pendidikan, pakaian sekolah, uang jajan dan lain-lain. Di Kelurahan Pasir Kaliki tahun 2012 TKPPN meberikan bantuan pada 20 anak masing masing dapat Rp. 1,5juta.

TKPPN Kota Cimahi menjadi Pilot Projek dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba, dalam waktu dekat pula Dirjen Puslitbang Kementerian Sosial akan berkunjung untuk belajar di TKPPN Kota Cimahi.

Sementara itu, Kabag Kesra  Pemkot Cimahi Totong Solehudin yang juga skertaris BNK Kota Cimahi mengatakan, narkoba adalah bentuk kejahatan karakter, lingkungan, fisik serta merusak generasi muda pada umumnya, melalui pembinaan bahayanya Napza bagi anak dan remaja diharapkan Kota Cimahi bebas narkoba. (bubun m) 

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close