Politik

Maman Yudia Masih Tercatat Sebagai Anggota DPRD Jabar

Bandung, BEDAnews

Meski sudah ditetapkan secara inkracht sebagai terpidana kasus korupsi pada saat menjabat Plt Bupati Subang. Maman Yudia anggota DPRD Jawa Barat yang mantan Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Bara, sampai  saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD.

Masalah penghentian dan penggantian anggota DPRD yang terkait dengan masalah tindak pidana khusus, Kabag Perundang –  undangan Sekretariat DPRD Jawa Barat   Denny Yusuf, SH. M.Si.  menyatakan “Sejak yang bersangkutan dinyatakan sebagai terdakwa,  kita telah ajukan proses pemberhentian sementara yang bersangkutan,  berbeda dengan yang meninggal dunia yang ada surat keterangan dari lingkungannya atau Rumah sakit, dan pemberhentian yang diajukan oleh  partai, untuk pemberhentian dan penggantian anggota DPRD yang terkait dengan masalah tindak pidana khusus seperti Korupsi.”

Kita tidak bisa mengajukan penghentian satu paket dengan penggantian antar waktu (PAW), karena yang bersangkutan statusnya  sebagai anggota DPRD yang ada  dalam penanganan perkara . dan baru  pada saat sudah ada putusan hukum tetap atas kasusnya itu,  kita baru bisa mengusulkan pemberhentian sebagai anggota DPRD, berbeda dengan yang meninggal dunia yang ada surat keterangan dari lingkunagannya atau Rumah sakit, dan juga surat pengajuan pemberhentian dari partai, sementara untuk yang bersangkutan tidak ada pengajuan pemberhentian dari partainya sehingga normatif. 

Hal ini dikatakan Kepala Bagian Perundang-undangan sekretariat DPRD Jawa Barat Denny Yusuf. SH. M.Si, kepada Bedanews di ruang kerjanya Bagian Perundang-undangan DPRD Jabar, Senin (8/10) saat dimintai keterangan atas belum adanya penggantian antar waktu atas anggota DPRD Jabar yang terkena masalah hukum tersebut.

Dikatakannya, Sejak yang bersangkutan dinyatakan sebagai terdakwa,  kita ajukan proses pemberhentian sementara,  pada pemberhentian sementara  ini sesuai dengan Surat Edaran Mendagri  no 161/205/SJ yang bersangkutan  masih mendapatkan 5 hak-haknya sebagai anggota DPRD, sebelum  diberhentikan secara definitif sebagai anggota DPRD.  ungkapnya.

Sementara setelah ada putusan inkracht atas putusan hukum yang bgersangkutan, sampai saat ini proses pengajuan pemberhentian yang bersangkutan masih di kemendagri, proses pengajuan dari DPRD sendiri sejak 1 Juli melalui Gubernur dan diajukan oleh Gubernur pada tanggal 1 Agustus kemudian dikembalikan lagi karena ada yang harus dilengkapi, kemudian siajukan kembali pada 18 September melalui Kepala Biro Pemerintahan Umum untuk Asissten pemerintahan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. (hermanto)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

  1. ketika dia sudah meearcnnakan sesuatu yang bakal ‘pasti’ dari kacamata manusia itu, dia justru makin resah, makin ‘ilfil’ katanya, merasa ga jelas dan rasa tak percaya bahwa sebentar lagi statusnya akan berbeda yah kayaknya semua wanita akan merasakan hal itu,, dan bukan hanya wanita, laki2 pun akan merasakan hal yang sama, aku menyebutnya sebagai usaha maksimum dari syaitan untuk menggagalkan manusia menjalankan perintah ALLAH, dan itu dialami juga oleh aku dan mantan pacarku (istriku) ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close