Hukum

Golkar Yakin Gugatan SAE Ditolak MK

Cimahi, BEDAnews

Partai Golkar merasa yakin apa yang dilakukan pasangan Supiyardi-Encep (SAE) tidak akan dikabulkan oleh Mahkamah konstitusi (MK) terkait gugatan pemilukada yang kini sedang bergulir.

Bendahara Partai Golkar Kota Cimahi H, Nabsun saat diwawancara wartawan digedung DPRD Kota Cimahi mengatakan, pihaknya sangat yakin jika kemenangan Pasti itu sudah ada di tangan, pasalnya KPU Kota Cimahi secara tegas sudah menetapkan bahwa pemenang pemilihan umum Walikota dan Wakil walikota Cimahi 8 september lalu adalah pasangan PASTI.

Menurutnya, pihaknya sangat yakin jika apa yang dimohon pasangan SAE kepada Mahkamah konstitusi itu akan dimenangkan oleh pasangan Pasti. Namun, jika pasangan SAE tetap melakukan gugatan ke MK hal itu merupakan suatu yang wajar, jika ada ketidak puasan.

”Sah-sah saja mereka menyampaikan gugatan ke MK, tapi dari kubu kita juga sudah menyiapkan saksi-saksi untuk melengkapi materi persidangan di MK, saya yakin pasangan PASTI akan dilantik menjadi walikota dan wakil walikota Cimahi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Cimahi Selatan yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Cimahi Winarsa Gunawan mengatakan, sebagai kader partai dirinya sangat mendukung apa yang dilakukan tim kuasa hukum pasangan PASTI, gugatan yang disampaikan kepada MK akan ada putusan yang jelas secara hukum, namun pihaknya tetap menunggu apa yang akan ditetapkan MK terkait gugatan tersebut.

“Yang jelas, kita hargai upaya yang dilakukan oleh pasangan lain untuk melayangkan gugatan sebagai sebuah hak, namun kita harus tetap patuh melaksanakan apa yang jadi putusan, MK jadi kita tunggu saja apa yang MK putuskan,” paparnya.

Sementara itu, tim pasangan TIBA Alfian menyatakan, genderang perang politik di Pilkada Cimahi sudah usai dilaksanakan. Sedangkan soal gugatan di Mahkamah konstitusi merupakan hal yang wajar dilakukan, sebagai bagian dari proses demokrasi.

Masing-masing pihak tinggal menunggu bagaimana putusan final yang dikeluarkan MK. “Apapaun yang diputuskan MK harus kita hargai dan patuhi sebagai sebuah putusan hukum yang mengikat, kita tunggu bagaimana hasil akhirnya,” tandasnya. (Bubun M) 

Selanjutnya

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close