Regional

Kurang Perhatian Pemprov Jabar, Penyebab Ciayumajakuning Ingin Pisah

Cirebon, BEDAnews

Adanya wacana sebagian masyarakat wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) untuk memisahkan diri dari Jawa Barat, merupakan keinginan bersifat emosional semata. Karena mereka beranggapan Pemprov dan DPRD Jabar kurang memperhatikan pembangunan di wilayah Ciayumajakuning.

Pandangan tersebut menurut Ketua DPRD Jabar Ir.H. Irfan Suryanagara ada benarnya. Memang dulu anggaran untuk wilayah Ciayumajakuning hanya puluhan miliar saja, tapi sudah tiga tahun ini, terus ditambah bahkan untuk tahun 2012 sekarang sudah mencapai  hampir Rp. 400 miliar.

Penambahan anggaran ini semata mata untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, ujar Irfan saat kegiatan Dewan Saba Desa diruang rapat Kantor Bakorwil Cirebon, Kamis (2/8) malam, yang dihadiri para perwakilan Kab/Kot Cirebon, Pemkab Majalengka, Kuningan dan Indramayu, serta tokoh masyarakat Ciayumajakuning.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar H. Rudy Harsa Tanaya, H. Uu Rukmana, H. Komaarudin Thaher, para Pimpinan Komisi A sampai E serta anggota, juga beberapa pimpinan OPD Jabar.

Dikatakan Irfan, besarnya anggaran tersebut selain berupa bantuan keuangan untuk Kab/kota, juga ada bantuan langsung yang masuk ke desa desa yang besarannya antara Rp. 50 juta sampai Rp. 400 juta per desa, ujanya yang didampingi Kepala Bakorwil Cirebon H. Ano Sutrisno.

Irfan berharap, kedepan tidak lagi mengdengar ada beberapa wilayah yang berkeinginan memisahkan diri dari bagian Jabar. Untuk itu, dalam setiap penyusunan anggaran Dewan bersama Pemprov Jabar akan memberikan anggaran pembangunan yang merata, baik itu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian, pembinaan aparatur desa.

Saya yakin 100% masyarakat Ciayumajakuning, sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Bakorwil Cirebon Ano Sutrisno, bahwa Ciayumajakuning tidak akan memisahkan diri dari Jabar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengungkapkan bahwa sudah ada kepastian dari pusat tentang akan segera dibangunnya Bandara Kertajati di Majalengka. Untuk mempercepat pembangunan bandara tersebut, kini Pemprov sudah membebaskan lahan yang dibutuhkan.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Jabar, H. Uu Rukmana menambahkan bahwa adanya keinginan sebagian masyarakat Ciayumajakuning untuk memisahkan diri dari Jabar, hanya bersifat emosional semata. Hal ini karena selama ini mereka menganggap wilayah Ciayumajakuning kurang mendapat perhatian dari Pemprov Jabar.

“Secara pribadi, saya maupun institusi dewan, akan terus mendorong pemerataan dan percepatan pembangunan diseluruh Jabar termasuk juga di wilayah Ciayumajakuning, ujar Uu.

Lebih lanjut Uu Rukmana mengatakan, bila nanti pembangunan Bandara Kertajati sudah jadi, tentunya secara langsung maupun tidak, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Ciayumajakuning. Apalagi bila pembangunan jalan Tol Palimanan Cirebon sudah beres dan Tol Cisumdawu sudah jadi, tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan meningkatnya daya beli  masyarakat.

“Saya sangat yakin Bandara Kertajati jadi, masyarakat Ciayumajakuning tetap berada dalam bagian Provinsi Jawa Barat,” kata berharap. (hermanto)

Selanjutnya

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close