“Memang kami harus memberikan pemahaman terkait etika berlalulintas kepada mereka, karena pelaku jasa angkut wisata religi yang sering berjalan di jalan raya, tidak menutup kemungkinan mereka tidak lepas dari kejadian, terutama laka lantas,” kata Budi.
Menurut Budi, sosialiasasi ini diharapkan bisa menekan angka pelanggaran sekaligus angka kecelakaan di Kabupaten Demak.
“Sosialisasi seperti ini sering kami lakukan, namun kali ini kami juga mengadakan safety riding agar tukang ojek semakin memahami peraturan lalulintas. Diharapkan tukang ojek tidak mengabaikan lagi pemakaian helm terhadap penumpangnya serta tidak mengangkut penumpang lebih dari satu,” ujarnya.
Sementara, Bupati Demak, Eisti’anah menambahkan, etika berlalu lintas sangatlah penting untuk di miliki setiap pengendara agar mengetahui kebutuhan pengendara lain.













