Ada empat pelajaran penting yang dapat kita ambil dari momentum Muharram tahun ini:
Pertama, hijrah memperkuat iman sebagai fondasi pendidikan;
Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah merupakan tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam. Hijrah dilakukan bukan demi kekuasaan ataupun kepentingan duniawi, tetapi demi mempertahankan keimanan dan membangun masyarakat yang beradab. Demikian pula pendidikan.
Fondasi pendidikan Islam bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi keimanan kepada Allah SWT. Ilmu yang dipisahkan dari iman dapat kehilangan arah, sedangkan iman yang diperkaya ilmu akan melahirkan kemajuan yang membawa keberkahan. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat ini mengajarkan bahwa kemajuan peradaban Islam selalu dibangun di atas dua pilar utama, yaitu iman dan ilmu. Keduanya tidak boleh dipisahkan.
Kedua, hijrah membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan bebas dari narkoba;
Momentum pergantian tahun pelajaran merupakan kesempatan terbaik bagi orang tua, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, dan seluruh insan pendidikan untuk memperbaharui niat dalam menuntut dan mengajarkan ilmu.
Namun kita juga harus menyadari bahwa tantangan generasi hari ini semakin berat. Salah satunya adalah ancaman penyalahgunaan narkotika yang telah memasuki berbagai lapisan masyarakat. Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan akal, menghancurkan cita-cita, merusak keluarga, memutus masa depan pendidikan, bahkan menyeret seseorang kepada berbagai bentuk kejahatan dan kemaksiatan.
Karena itu, memperingati Hari Anti Narkotika Internasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan panggilan moral bagi seluruh umat Islam untuk menjaga generasi. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Akhlak yang mulia tidak akan tumbuh pada jiwa yang dikuasai oleh barang-barang haram yang merusak akal. Oleh sebab itu, menjaga anak-anak dari narkoba merupakan bagian dari menjaga amanah Allah SWT terhadap generasi penerus umat.
Ketiga, hijrah membangun peradaban pendidikan Islam yang melindungi generasi;
Hijrah Rasulullah SAW melahirkan masyarakat Madinah yang dibangun atas dasar ilmu, persaudaraan, keadilan, dan akhlak mulia. Dari Madinah lahirlah generasi terbaik yang kemudian menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Peradaban seperti itu hanya akan lahir apabila generasi mudanya sehat jasmani, sehat rohani, bersih akidah, dan kuat akalnya. Sebaliknya, narkoba menghancurkan seluruh unsur tersebut sekaligus. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).
Ayat ini mengingatkan kita agar menjauhi segala sesuatu yang membawa kepada kehancuran. Penyalahgunaan narkotika termasuk di dalamnya karena merusak jiwa, akal, keluarga, pendidikan, bahkan masa depan bangsa.
Karena itu, sekolah, madrasah, pesantren, kampus, masjid, dan keluarga harus menjadi benteng utama dalam melindungi generasi dari penyalahgunaan narkotika.
Keempat, hijrah menata masa depan dengan visi, strategi, dan keteladanan;
Hijrah Nabi SAW tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Beliau menyusun strategi, memilih waktu, mempersiapkan sahabat, serta membangun masyarakat dengan visi yang jelas.
Begitu pula dunia pendidikan.Memasuki tahun pelajaran dan tahun akademik baru hendaknya menjadi momentum memperbaiki kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, membangun budaya literasi, mengembangkan inovasi, serta memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Orang tua tidak cukup hanya menyekolahkan anak, tetapi harus mendampingi mereka. Guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan. Para pemimpin tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi harus menghadirkan lingkungan yang aman bagi tumbuhnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lalu masyarakat, hingga akhirnya membentuk perubahan bangsa.
Muharram mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan Islam selalu dimulai dari hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah membangun pribadi yang bertakwa, keluarga yang harmonis, masyarakat yang berakhlak, dan pendidikan yang melahirkan generasi unggul.
Pada saat kita memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, marilah kita teguhkan komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa. Jangan biarkan narkoba merampas masa depan anak-anak kita. Jadikan rumah sebagai madrasah pertama, sekolah sebagai taman ilmu, masjid sebagai pusat pembinaan umat, dan masyarakat sebagai lingkungan yang menjaga akhlak generasi.
Semoga Allah SWT menjadikan Muharram tahun ini sebagai momentum hijrah membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, serta terbebas dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, akan lahir generasi yang mampu membangun peradaban pendidikan Islam yang maju, bermartabat, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
*Penulis, Gubes, dosen, Pembina YSDP Al-Misbah Kota Bandung-YPI Tresna Bhakti Kabupaten Ciamis













