Dalam amanatnya, Pangdam menekankan bahwa capaian rekor MURI ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan dan profesionalisme prajurit. “Rekor MURI ini bukan sekedar jumlah, tetapi komitmen kami membangun prajurit yang disiplin, berintegritas dan bermental petarung,” jelas Pangdam.
Pangdam juga menegaskan bahwa pencapaian sabuk hitam bukanlah akhir perjalanan seorang karateka, melainkan awal tanggung jawab baru sebagai prajurit yang lebih matang. “Sabuk hitam adalah amanah. Terus berlatih, jaga etika, dan jadilah teladan di satuan masing-masing,” pesannya.
Sebagai bentuk komitmen lead by example, Pangdam bersama Danbrigif dan para Danyonif turut mendemonstrasikan gerakan beladiri sebagai inspirasi dan suri teladan bagi seluruh prajurit.












